Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Waspada! BMKG Prediksi Hujan Lebat-Angin Kencang di Jabodetabek hingga 11 Maret
Advertisement . Scroll to see content

Banjir di Berbagai Daerah, BMKG Akan Modifikasi Cuaca di Jabodetabek hingga Jateng

Minggu, 01 Januari 2023 - 16:24:00 WIB
Banjir di Berbagai Daerah, BMKG Akan Modifikasi Cuaca di Jabodetabek hingga Jateng
Ilustrasi hujan. BMKG akan melakukan modifikasi cuaca (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id -  Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menargetkan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), kemudian di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Tujuannya untuk mencegah cuaca ekstrem.

“Saat ini ada beberapa wilayah yang menjadi target pengurangan intensitas curah hujan, antara lain DKI Jakarta (Jabodetabek), Jabar, Jateng dan Jatim,” kata Deputi Meteorologi BMKG Guswanto saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Minggu (1/1/2023).

Seperti diketahui, BMKG sejak 21 Desember telah merilis adanya potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi hingga tanggal awal Januari 2023 di sejumlah daerah berupa hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat seperti Banten bagian barat dan selatan, Jawa Barat bagian tengah dan utara, Jawa Tengah bagian utara, Jawa Timur bagian utara, Bali, NTB, dan NTT. 

Guswanto pun mengatakan operasi TMC yang dilakukan saat ini merupakan Kolaborasi BMKG dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BRIN dan TNI AU dan Pemerintah Daerah yang mengalami Siaga Darurat Tanggap Bencana Cuaca Ekstrem.

Dia pun menjelaskan operasi TMC ini merupakan teknologi modifikasi cuaca yang merupakan usaha campur tangan manusia dalam mengendalikan sumber daya air di atmosfer dengan memanfaatkan parameter cuaca.

“Atau dalam kata lain dapat diartikan suatu metode merekayasa atau mengubah kondisi cuaca dengan tujuan untuk mengurangi intensitas curah hujan atau menambah curah hujan di suatu daerah,” katanya.

Guswanto mengatakan modifikasi cuaca ini dengan menaburkan NaCl atau garam sebagai inti kondensasi untuk mempercepat terjadinya hujan di laut sehingga hujan tidak turun di daratan. Maka, dengan begitu diharapkan akan mencegah terjadinya cuaca ekstrem yang berpotensi menyebabkan banjir.

“Saat ini digunakan dengan menaburkan garam sebagai inti kondensasi guna mempercepat terjadinya hujan di laut guna melindungi wilayah daratan tertentu, agar tidak banjir,” kata Guswanto. 

Editor: Muhammad Fida Ul Haq

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut