Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Banjir Bandang Terjang Padang, Akses Jalan Terputus dan Aktivitas Warga Lumpuh
Advertisement . Scroll to see content

Banjir Simalungun Sumut Rendam 90 Rumah, 128 KK Terdampak

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:01:00 WIB
Banjir Simalungun Sumut Rendam 90 Rumah, 128 KK Terdampak
Banjir di Simalungun berdampak pada 128 KK dan 90 rumah akibat luapan dua sungai. (Foto: BNPB)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Banjir melanda Kampung Rendahan, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) pada Jumat (16/10/2026). Bencana akibat luapan dua sungai setelah hujan berintensitas tinggi selama beberapa hari itu berdampak pada 128 kepala keluarga (KK) dan 90 rumah warga.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan mengatakan, banjir dipicu luapan Sungai Parpayakan dan Sungai Sordang.

"Banjir dipicu luapan Sungai Parpayakan dan Sungai Sordang setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari," ujar Berton dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/10/2026).

Berdasarkan laporan sementara, banjir juga berdampak pada dua fasilitas umum, satu akses jalan, dan satu jembatan. Hingga Jumat (16/10/2026), air belum surut. Warga terdampak masih bertahan di rumah masing-masing dan belum mengungsi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun bersama instansi terkait telah melakukan asesmen dan penanganan di lokasi banjir. Adapun kebutuhan mendesak warga meliputi tali tambang atau tali pemandu untuk membantu akses di jalan yang tergenang, serta bahan pokok atau sembako.

BNPB mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan berintensitas tinggi dan kenaikan muka air sungai. Warga juga diminta mengikuti arahan petugas, mengutamakan keselamatan saat evakuasi, serta memantau informasi dan peringatan dini dari sumber resmi, termasuk BNPB, BPBD, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Sementara itu, BNPB juga mencatat sejumlah kejadian bencana lain pada periode Jumat hingga Sabtu, 16–17 Oktober 2026, yakni kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Tengah serta kekeringan di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Karhutla terjadi di Desa Nglobar, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Jumat (16/10/2026) sekitar pukul 15.07 WIB. Berdasarkan hasil kaji cepat BPBD Kabupaten Grobogan, luas lahan yang terbakar mencapai tiga hektare.

"Tim gabungan telah melakukan pemadaman serta pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api atau titik panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali," ungkap Berton.

Api berhasil dipadamkan dan kondisi di lokasi dinyatakan aman serta terkendali. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Kebakaran hutan juga terjadi di kawasan Hutan Penggaron, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (16/10/2026). Sekitar empat hektare lahan dilaporkan terbakar.

BPBD Kabupaten Semarang bersama petugas pemadam kebakaran, Perhutani, Polres Semarang, dan warga melakukan penanganan di lokasi. Petugas turut membagikan masker kepada warga terdampak. Berdasarkan laporan terakhir, api telah berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa.

Di sisi lain, kekeringan melanda Desa Hidup Baru, Kecamatan Benakat, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, pada Jumat (16/10/2026). Kondisi tersebut terjadi akibat tidak turunnya hujan dalam waktu cukup lama hingga menyebabkan sumber mata air mengering. Peristiwa ini berdampak pada sekitar 443 KK.

BPBD Kabupaten Muara Enim melakukan asesmen, berkoordinasi dengan pihak setempat, serta menyalurkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pada Jumat (16/10/2026), sebanyak 30.000 liter air bersih didistribusikan kepada warga terdampak.

BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana sesuai kondisi wilayah masing-masing. Warga di daerah rawan karhutla diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan titik api kepada petugas.

Adapun masyarakat yang menghadapi kekeringan diimbau menggunakan air secara bijak, menyimpan cadangan air bersih selama pasokan masih tersedia, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan distribusi air menjangkau warga yang membutuhkan.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut