Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Luhut Ungkap Bansos Berbasis AI Diluncurkan Oktober 2026, 50 Juta Warga Jadi Sasaran
Advertisement . Scroll to see content

Bansos Digital Berbasis AI Segera Diluncurkan, Luhut: Tidak Boleh Judi Online!

Kamis, 10 September 2026 - 14:05:00 WIB
Bansos Digital Berbasis AI Segera Diluncurkan, Luhut: Tidak Boleh Judi Online!
Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan melarang penerima bansos berbasis AI gunakan untuk judol. (Foto: Binti Mufarida)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Sebanyak 50 juta masyarakat miskin dipastikan menjadi penerima bantuan sosial (bansos) digital berbasis kecerdasan buatan (AI). Pemerintah tengah menyiapkan mekanisme agar bantuan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok dan tidak disalahgunakan, termasuk untuk judi online (judol).

Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) sekaligus Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan 50 juta masyarakat termiskin telah masuk sasaran penerima bansos digital.

"Masyarakat termiskin yang ada tadi 50 juta ya? 50 juta itu sudah pasti akan diberikan," kata Luhut dalam konferensi pers di Kantor DEN, Kamis (10/9/2026).

Luhut mengatakan pemerintah masih menyusun mekanisme penyaluran bansos digital. Salah satu opsi yang dipertimbangkan berupa kupon digital dengan penggunaan terbatas untuk kebutuhan tertentu.

"Kita masih mikir apakah nanti memberikan kupon sehingga tidak boleh judi online jadi hanya mungkin bayar listrik, bayar beras, bayar bensin, segala macam," ujarnya.

Pembatasan tersebut disiapkan agar bantuan digunakan sesuai kebutuhan penerima. Digitalisasi juga ditujukan untuk membuat penyaluran lebih transparan, adil, serta mengurangi interaksi langsung antara petugas dan penerima bantuan.

"Jadi di lapangan nanti akan jadi market mechanism, jadi membuat kita lebih transparan, membuat kita lebih adil, dan membuat kita lebih ya kurang korupsi pasti, karena akan sedikit ketemu manusia dengan manusia," ujarnya.

Pemerintah menargetkan peluncuran atau roll out digitalisasi bansos berlangsung pada pekan ketiga Oktober 2026. Luhut berharap 80 persen proses digitalisasi sudah rampung saat program tersebut diluncurkan.

"Kemarin presiden memberikan arahan kepada saya sebagai Ketua Komite untuk mempercepat prosesnya ini semua. Kami tadi sudah rancang pada bulan Oktober minggu ketiga kita akan bisa roll out. Kita berharap pada waktu itu 80 persen ini sudah selesai," ungkapnya.

Menurut Luhut, salah satu tantangan dalam pelaksanaan digitalisasi bansos berkaitan dengan data penerima berdasarkan desil. Dia optimistis persoalan tersebut dapat terus dikurangi melalui koordinasi antarpihak.

"Masalahnya tentu tidak sesederhana itu, banyak masalah mengenai desil-desil, tapi dengan kerja yang sangat kompak menurut saya, itu bisa teratasi makin lama makin sedikit masalah. Dan saya berharap pada waktu presiden roll out bulan Oktober hampir tidak ada masalah yang serius," tutup Luhut.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut