Banyak Pengawas Pilkada Positif Covid-19, Bawaslu : Itu Risiko Penyelenggara
JAKARTA, iNews.id - Pilkada Serentak 2020 dinilai rawan terhadap penularan wabah virus corona (Covid-19). Penyelenggara pilkada harus siap dengan risiko tersebut.
Pernyataan itu disampaikan oleh anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Fritz Edward Siregar terkait puluhan pengawas pilkada di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah yang positif Covid-19.
"Memang itu risiko penyelenggara," ujar Fritz dalam webinar nasional bertajuk, Penyelenggaraan Pilkada Serentak yang Aman dan Edukatif di Masa Pandemi Covid-19, Jumat (11/9/2020).
Dia menuturkan, sementara tugas penyelenggaraan pilkada di daerah tersebut diambil alih oleh Bawaslu Jawa Tengah. Seluruh pemangku kebijakan, kata dia telah sepakat untuk melanjutkan tahapan Pilkada 2020 di tengah wabah Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan.
"Jadi apa yang terjadi di Boyolali bagian dari kita, ini berarti ada yamg positif harus dikarantina dan tugasnya diambil alih oleh Bawaslu provinsi," ucapnya.
Sebelumnya, Ketua Bawaslu, Abhan mengungkapkan, 96 jajarannya di Boyolali, Jawa Tengah terkonfirmasi positif Covid-19. Hasil tersebut diketahui setelah dilaksanakan swab test bekerja sama dengan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 setempat.
Pernyataan itu disampaikan oleh Abhan dalam kesempaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (10/9/2020).
“Kami sebelum melakukan tahapan, jajaran kami melakukan rapid test, sebagian melakukan swab, di Boyolali kami melakukan kerja sama dengan Satgas, jajaran kami dilakukan swab, ada ada 96 jajaran kami di Boyololi positif Corona,” kata Abhan.
Editor: Kurnia Illahi