Banyak Rumah Orang Kaya Dipagar Tinggi, Try Sutrisno: Malu Kita Berpancasila

Antara ยท Selasa, 19 November 2019 - 16:23 WIB
Banyak Rumah Orang Kaya Dipagar Tinggi, Try Sutrisno: Malu Kita Berpancasila

Wakil Presiden era Soeharto, Try Sutrisno. (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id - Wakil Presiden era Soeharto, Try Sutrisno menghadiri acara Pembekalan Materi Pendidikan dan Pelatihan Pembinaan Ideologi Pancasila bagi penceramah, pengajar dan pemerhati yang digelar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (19/11/2019). Pada kesempatan itu dia mengaku prihatin dengan kehidupan orang kaya yang dinilai semakin sulit diajak bermasyarakat.

Dia mengatakan, momentum bermasyarakat di kota paling banyak dua kali dalam setahun saat perayaan HUT Kemerdekaan RI dan lebaran. Dalam momentum ini, belum tentu warga kota hadir.

"Orang-orang kaya sulit dipertemukan, tahunya bayar. Duit itu perlu, sebagai alat, tetapi jangan untuk memperalat orang," ujar Try Sutrisno di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Wakil Ketua Dewan Pengarah BPIP itu menuturkan, individualisme masyarakat di perkotaan ditunjukkan dengan model hunian yang mengadopsi pagar besar, tinggi dan tertutup. Padahal, peraturannya, ketinggian pagar tidak boleh melebihi dari 1,5 meter.

BACA JUGA:

PDIP Minta Aparat Tindak Tegas Kelompok Intoleran

PKS Usul MUI dan Ormas Islam Panggil Sukmawati Soekarnoputri

"Tetapi lihat, ada rumah dengan pagar beton, tinggi, tidak ada lubang. Itu mesti ditegur," katanya.

Selain menyalahi aturan, kata dia, keberadaan bangunan pagar yang semacam itu juga melanggar budaya dan etika bermasyarakat di Indonesia.

"Takut rumahnya dirampok, dimaling, jadi bikin pagar besi, tinggi, kemudian ada tombak-tombaknya dan sebagainya. Malu kita sebagai umat yang berpancasila," ucapnya.


Editor : Kurnia Illahi