Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pesawat Bawa Kepala Staf Angkatan Bersenjata Libya Jatuh di Turki, Semua Penumpang Tewas
Advertisement . Scroll to see content

Basarnas: Sinyal Kotak Hitam CVR Pesawat Lion Air JT 610 Menghilang

Sabtu, 03 November 2018 - 08:21:00 WIB
Basarnas: Sinyal Kotak Hitam CVR Pesawat Lion Air JT 610 Menghilang
Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi (tengah). (Foto: iNews.id/Aditya Pratama)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi mengungkapkan, sinyal ping locator penanda dari kotak hitam kedua berisi rekaman suara kokpit alias cockpit voice recorder (CVR) milik Pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di Perairan Karawang, Jawa Barat, menghilang. Saat ini tim pencarian gabungan masih berusaha mencari benda itu dengan menggunakan peralatan lebih sensitif.

“Ya, kemarin dua (sinyal), saya memang mendengar dua, tapi yang satu kecil suaranya. Ternyata dari kemarin (Kamis, 1 November 2018) sampai tadi enggak bunyi lagi. KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) sudah mengatakan mempunyai alat yang lebih sensitif untuk mencari itu,” ujar Syaugi di Dermaga JICT 2 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (2/11/2018) malam.

Dia menuturkan, kemungkinan hilangnya sinyal ping locator CVR Lion Air JT 610 karena tergesernya posisi benda tersebut oleh arus air bawah laut yang begitu deras. “Barang ini kan kecil, gak mudah nyari barang kecil di laut itu, harus dengan alat,” tuturnya.


Sebelumnya, kapal tim SAR disebut-sebut tidak bisa menurunkan jangkar di area sekitar ditemukannya black box alias kotak hitam pertama karena banyaknya pipa milik Pertamina. Namun, Syaugi memastikan Kapal Victory milik Pertamina kini telah dikerahkan untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Jadi pertamina mendukung penuh. Semua saya sampaikan di sini kan sinergitasnya cukup tinggi baik TNI-Polri, Bakamla (Badan Keamanan Laut), KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan), KPLP (Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai), Kementerian Perhubungan, BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), KNKT, termasuk Basarnas sendiri karena kendalinya kami,” ucap Syaugi.

Kamis (1/11/2018) lalu, tim penyelam berhasil menemukan satu dari dua kotak hitam milik pesawat Lion Air JT 610. Kotak hitam pertama yang ditemukan kemarin itu berisi rekaman data penerbangan atau flight data recorder (FDR). Saat ini, Basarnas dan tim pencarian gabungan masih fokus mencari kotak hitam kedua yang berisi CVR.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut