Begini Perbandingan Kasus Covid Indonesia dan Dunia selama Setahun
JAKARTA, iNews.id - Satgas Penanganan Covid-19 menyebut kasus Covid-19 aktif di Indonesia sejak awal mengalami peningkatan yang sangat tajam. Kemudian menunjukan penurunan yang konsisten dan cukup drastis hingga bulan Oktober 2020.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, saat ini trennya fluktuatif namun cenderung menunjukkan pelandaian meskipun tidak setajam bulan-bulan sebelumnya.
“Dibandingkan dengan dunia, kasus aktif mengalami peningkatan yang sangat tajam selama bulan Maret 2020. Kemudian trennya cenderung menunjukkan pelandaian hingga awal bulan Oktober 2020,” katanya dalam konferensi persnya, Selasa (2/3/2021)
“Per tanggal 1 Maret persen kasus aktif di Indonesia adalah sebesar 11,41 persen. Sedangkan di dunia sebesar 19,05 persen,” lanjutnya.
Sementara untuk kasus kematian, Indonesia jumlahnya cenderung fluktuatif meningkat sejak awal hingga bulan April 2020. Selanjutnya persen kematian cenderung mengalami pelandaian hingga saat ini.
“Kasus kematian di dunia pun juga mengalami peningkatan yang sangat tajam pada bulan maret dan April 2020. Kemudian sejalan dengan yang terjadi di Indonesia mengalami pelandaian hingga saat ini. Per tanggal 1 Maret persen kematian di Indonesia adalah sebesar 2,71 persen. Sedangkan di dunia adalah 2,22 persen. Selisihnya 0,5 persen,” ujarnya.
Lalu kasus pasien sembuh di Indonesia persentasenya menunjukan kenaikan yang tajam hingga bulan Agustus 2020. Kemudian cenderung melandai meskipun tetap menunjukan peningkatan hingga saat ini.
“Sedangkan kesembuhan di dunia, sempat mengalami penurunan drastis selama bulan Maret 2020. Dan kemudian terus meningkat hingga saat ini. Per tanggal 1 Maret persen kesembuhan di Indonesia adalah sebesar 85,88 persen. Sedangkan di dunia adalah sebesar 78,74 persen,” jelasnya.
Wiku mengatakan bahwa data tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki persentase kasus aktif yang lebih rendah dari dunia. Indonesia juga memiliki persentase kesembuhan yang lebih tinggi dr dunia.
“Ini adalah hal yang perlu untuk terus dipertahankan. Dan tentunya tidak hanya berpatokan pada persentase saja, namun bagaimana memastikan bahwa kasus aktif dapat ditekan hingga 0 kasus dan tidak ada sama sekali,” katanya.
Namun Wiku menyebut angka kematian di Indonesia yang masih lebih tinggi dari dunia. Tidak hanya persentasenya saja, namun jumlah kematian di Indonesia juga telah mencapai lebih dari 36.000 orang.
“Ini merupakan hal yg tidak bs ditoleransi. Angka tersebut adalah nyawa. Dan kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk menekan hingga tidak ada penambahan kematian sama sekali,” katanya.
Editor: Faieq Hidayat