Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Partai Perindo Ingatkan Pembuat UU Akomodasi Putusan MK soal Ambang Batas Parlemen
Advertisement . Scroll to see content

Berikut Kronologi Kekerasan Anak di Jakut yang Dapat Pendampingan dari RPA Perindo

Rabu, 03 Mei 2023 - 00:19:00 WIB
Berikut Kronologi Kekerasan Anak di Jakut yang Dapat Pendampingan dari RPA Perindo
Ketua Bidang Hukum DPP Relawan Perempuan dan Anak (RPA) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Amriadi Pasaribu (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Relawan Perempuan dan Anak (RPA) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) kembali memberikan pendampingan terhadap kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur yang sudah masuk proses persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Dalam perkara ini, korbannya AN (5) dan SN (6) dengan terdakwa T (60).

Ketua Bidang Hukum DPP Relawan Perempuan dan Anak (RPA) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Amriadi Pasaribu menjelaskan, terdakwa merupakan tetangga dari dua korban yang dimaksud. Terdakwa mulai melakukan aksinya ketika korban sedang bermain di lingkungan tempat tinggal mereka.

Terdakwa yang melihat korban kecapaian setelah bermain. Akal bulus terdakwa pun mulai dilakukan dengan menawarkan minum.

"Setelah bermain dibujuk masuklah ke rumah tersangka, tersangka ini dengan rayuannya menjanjikan jajan uang kemudian melakukan persetubuhan dengan anak tersebut yaitu dengan memasukan jarinya ke alat kelamin anak-anak tersebut," kata Amriadi di PN Jakarta Utara, Selasa (2/5/2023).

Ia melanjutkan, terdakwa sempat memaksa untuk melakukan persetubuhan. Namun hal itu batal lantaran alat vitalnya sudah tidak bisa bereaksi lagi lantaran faktor usia.

"Pada saat itu alat kelaminnya tersangka ini tidak bereaksi, karena tidak bereaksi dia menyuruh anak-anak ini untuk memegang dan menarik-narik alat kelamin tersangka ini dan itu berulang kali dilakukan dan tangannya tetap melakukan meraba anak-anak ini," ujarnya.

Terkait memasukkan jari kepada kemaluan korban, Amriadi menyebutkan terdakwa telah mengakui hal tersebut dalam proses persidangan. Namun, ia berdalih hal itu karena membersihkan alat kelamin korban setelah buang air kecil.

"Sesuai keterangan daripada tersangka pada saat persidangan bahwa benar dia melakukan itu tapi dengan alasan mencebok, itu istilah dia. Dia ingin mencebok dengan tangannya itu yang dikatakan oleh tersangka pada saat di persidangan," tuturnya.

Editor: Muhammad Fida Ul Haq

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut