Berkas Dilimpahkan ke Kejati DKI, Polisi Tolak Tahanan Kota Ratna

Irfan Ma'ruf ยท Rabu, 07 November 2018 - 20:36 WIB
Berkas Dilimpahkan ke Kejati DKI, Polisi Tolak Tahanan Kota Ratna

Polisi memastikan menolak pengajuan tahanan kota terhadap Ratna Sarumpaet kaena berkasnya akan dilimpahkan ke Kejati DKI Jakarta.

JAKARTA, iNews.id - Kasus berita bohong alias hoaks dengan tersangka Ratna Sarumpaet dipastikan akan dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta. Saat ini, penyidik Polda Metro Jaya tengah menyusun resume.

"Penyidik sedang menulis dalam satu tulisan dan menyimpulkan pada keterangan saksi, keterangan ahli dan keterangan bukti," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Rabu (7/11/2018).

Dia menjelaskan, jika resume kasus Ratna Sarumpaet selesai, maka penyidik akan melimpahkan ke Kejati DKI Jakarta. "Setelah selesai penyusunan resume dan penelitian berkas perkara selesai segera akan kita limpahkan ke kejaksaan," ujar Argo.

Dengan akan dilimpahkan berkas Ratna Sarumpaet, dia menambahkan, permohonan tahanan kota kemungkinan akan kembali ditolak. "Kemarin kan sudah diajukan, direktur yang menentukan karena ini besok sudah mau berkas perkara, sudah mau dikirim, sepertinya akan ditolak kembali," ucap Argo.

Sebelumnya, Atiqah Hasiholan mengajukan penahanan kota terhadap ibunya Ratna Sarumpaet. Salah satu alasannya adalah kondisi Ratna Sarumpaet yang drop dan masih sulit makan.

"Berkaitan dengan permohonan dari keluarga kami untuk pengalihan itu supaya ibu saya bisa recovery, dan juga lebih cepat dan juga itu baik untuk dirinya dan juga semakin siap untuk menghadapi persidangan nanti soalnya takutnya juga kan nanti di persidangan kondisinya makin lemah dan ya jadi sulit," ujar Atiqah di Polda Metro Jaya, Rabu (7/11/2018).

Polda Metro Jaya menetapkan Ratna Sarumpaet sebagai tersangka penyebaran berita bohong. Mantan anggota BPN Prabowo-Sandi itu dijerat dengan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang ITE dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Editor : Zen Teguh