Bersahabat di Akmil 74, Dua Mantan Pangkostrad Bertemu di Unhan
JAKARTA, iNews.id – Momen istimewa terjadi di Universitas Pertahanan RI, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Kamis (20/5/2021) lalu. Menteri Pertahanan Kabinet Kerja (2014-2019) Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu dianugerahi gelar Doktor Honoris Causa Ilmu Pertahanan bidang Strategi Pertahanan Semesta.
Ryamizard menjadi orang pertama dianugerahi doktor kehormatan dari kampus milik Kementerian Pertahanan tersebut. Penganugerahan berlangsung dalam Sidang Senat Terbuka yang dipimpin Rektor Unhan Laksamana Madya TNI Amarulla Octavian.
Octavian yang juga Ketua Senat menyampaikan, penganugerahan gelar kehormatan ini juga selaras dengan peta jalan pencapaian Universitas Pertahanan untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas Program Doktoral yang telah berjalan sejak 2018. Prestasi akademik Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, kata dia, merupakan teladan bagi para prajurit TNI untuk semakin bersemangat menimba ilmu di Universitas Pertahanan.

Ryamizard Ryacudu Dianugerahi Gelar Doktor Honoris Causa dari Unhan
Menurut dia, gelar Doktor Kehormatan dianugerahkan dengan pertimbangan jasa dan karya yang luar biasa Jenderal TNI (Purn) Ryamizard di bidang ilmu pertahanan, teknologi pertahanan, kemanusiaan dan bidang kemasyarakatan lainnya terkait dengan pertahanan.
“Pertimbangan jasa dan karya serta komitmen pada bidang tersebut menjadi sangat berarti dan bermanfaat bagi kemajuan, kemakmuran, dan/atau kesejahteraan bangsa dan negara Indonesia,” tuturnya dalam laman resmi Unhan, dikutip Sabtu (22/5/2021).
Dihadiri Menhan Prabowo Subianto
Sidang Senat Terbuka Penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa bagi Ryamizard dihadiri oleh pejabat di lingkungan Kementerian dan Lembaga, pejabat di lingkungan Kemhan/Mabes TNI dan Angkatan, Guru Besar Unhan, Pejabat di lingkungan BUMN serta Pimpinan Perguruan Tinggi Mitra Universitas Pertahanan, antara lain UI, ITB, IPB, UGM, ITS, UNAIR, UB, Dekan UHT, UNPAD, UNJ.
Mereka yang hadir antara lain Menhan Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto Wamenhan Letjen TNI M Herindra, dan Sekjen Kemhan Marsdya TNI Donny Ermawan Taufanto.
Kehadiran Prabowo menjadi momen menarik. Selain dia merupakan penerus Ryamizard di Kemhan, kedua tokoh militer ini merupakan kawan di Lembah Tidar Magelang.
Ya, Prabowo dan Ryamizard sama-sama lulusan Akademi Militer 1974. Karier keduanya juga cemerlang. Bedanya, Ryamizard ditempa Pasukan Baret Hijau alias Kostrad, sementara Prabowo memilih Korps Baret Merah alias Kopassus.
Yang menarik, dalam rekam jejak militer itu keduanya pernah sama-sama merasakan sebagai orang nomor satu di Pasukan Cakra. Ryamizard ditunjuk sebagai Pangkostrad pada 1 Agustus 2000 hingga 4 Juni 2002.
Setelah itu karier putra Mayjen TNI (Purn) Mussanif Ryacudu ini semakin mencorong. Jenderal kelahiran Palembang ini didapuk sebagai KSAD pada 2002 hingga 2005.
Akan halnya Prabowo, ditunjuk sebagai Pangkostrad pada 20 Maret 1998. Pengangkatan ini terjadi 10 hari setelah Majelis Permusyawaratan Rakyat memilih Soeharto untuk periode kelima sebagai presiden. Namun mantan Danjen Kopassus ini hanya sebulan menempati posisi tersebut.
Ryamizard dan Prabowo kembali bertemu di Kemhan. Pada Kabinet Indonesia Maju, Prabowo ditunjuk sebagai Menhan, menggantikan Ryamizard. Acara sertijab pun berlangsung penuh kehangatan.
Editor: Zen Teguh