Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bantah Mojtaba Khamenei Kabur ke Rusia, Dubes Iran: Perang Psikologi Musuh!
Advertisement . Scroll to see content

Bertemu Dubes Iran, JK Janji PMI Kirim Obat-obatan ke Warga Iran Korban Serangan AS-Israel

Rabu, 18 Maret 2026 - 13:45:00 WIB
Bertemu Dubes Iran, JK Janji PMI Kirim Obat-obatan ke Warga Iran Korban Serangan AS-Israel
Ketua PMI Jusuf Kalla (JK) bertemu Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi (foto: Ari Sandita)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla atau JK bertemu Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi di Markas Pusat PMI, Jakarta, Rabu (18/3/2026). JK menyebut, PMI akan mengirimkan bantuan obat-obatan kepada warga Iran terdampak perang.

"Saya menerima Bapak Dubes Iran, kita berbicara tentang kemanusiaan, bagaimana korban rakyat Iran dalam perang dengan Amerika. Kita berbicara tentang Indonesia memang selalu berpihak (perdamaian), Palang Merah bagaimana membantu masyarakat sipil yang jadi korban daripada perang itu," ujar JK.

Pertemuan dengan Dubes Iran turut membahas tentang situasi di negeri Persia tersebut, khususnya mengenai masyarakat sipil yang terdampak perang.

"Kita putuskan sesuai dengan kebutuhan daripada Iran, obat-obatan yang akan dikirim sesuai dengan kebutuhan di sana, melalui negara-negara yang dekat dengan Iran, seperti Pakistan, Turki dan sebagainya, melalui red crescent atau bulan sabit merah setempat," katanya.

Bantuan obat-obatan itu nantinya bakal dikirimkan melalui negara tetangga Iran lantaran tak bisa langsung masuk ke Iran dari Indonesia imbas konflik. PMI juga bakal berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan tentang pengiriman obat-obatan tersebut.

"Ada daftarnya yang tadi dikasih sama kita, ada daftar yang mereka butuhkan, obat-obatan dan peralatan kesehatan. Itu ternyata suratnya ke pemerintah, Menteri Kesehatan, nanti saya bicara Menteri Kesehatan bagaimana koordinasinya," kata JK.

"Tapi, pengalaman kita pertama, dikirim dari Indonesia lebih banyak ongkos kirimnya dibanding obatnya, lebih baik beli obat di negara yang dekat dan pengalaman kita contohnya obat di Pakistan itu harganya setengah dibanding obat di Indonesia," tambahnya.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut