Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gibran Perlihatkan Wajah Staf SPPG yang Ejek Korban Keracunan MBG di Karo: Perkataannya Sangat Disayangkan
Advertisement . Scroll to see content

BGN Pecat Pegawai SPPG yang Ejek Korban Keracunan MBG

Senin, 21 September 2026 - 12:03:00 WIB
BGN Pecat Pegawai SPPG yang Ejek Korban Keracunan MBG
Badan Gizi Nasional (BGN) memecat pegawai SPPG yang ejek korban keracunan MBG. (foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

YOGYAKARTA, iNews.id - Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memecat pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengejek korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Keputusan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya menjaga standar perilaku, etika, dan profesionalitas seluruh jajaran dalam menjalankan Program MBG.

“Kami menyayangkan adanya pernyataan tersebut. Setelah dilakukan penanganan sesuai ketentuan, yang bersangkutan telah diberhentikan. Ini menjadi pelajaran bagi seluruh jajaran bahwa bekerja dalam Program MBG tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memiliki etika, empati, sensitivitas, dan tanggung jawab dalam berkomunikasi," ujar Koordinator Regional BGN DIY, Wirandita Gagat Widyatmoko dalam keterangannya, Senin (21/9/2026).

Gagat menilai setiap kejadian terkait keamanan pangan harus menjadi perhatian bersama. Saat ada masyarakat atau penerima manfaat yang diduga terdampak, seluruh jajaran diminta mengedepankan kemanusiaan, empati, dan sikap saling menghormati.

Dia menegaskan kejadian terkait penerima manfaat tidak boleh dijadikan bahan candaan maupun olok-olok.

Gagat juga mengingatkan seluruh jajaran SPPG agar berhati-hati saat menggunakan media sosial maupun menyampaikan pernyataan di ruang publik. Pernyataan personel SPPG dapat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap penyelenggaraan Program MBG secara keseluruhan.

“Kita harus memahami sensitivitas persoalan yang sedang dihadapi masyarakat. Jangan sampai persoalan yang seharusnya menjadi pembelajaran bersama justru dikomentari dengan cara yang tidak tepat. Empati dan saling menghormati harus menjadi bagian dari budaya kerja kita," tuturnya.

Selanjutnya, Gagat mengarahkan seluruh jajaran BGN Regional DIY agar tidak terjebak dalam polemik. Persoalan tersebut diminta dijadikan momentum untuk melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas pelayanan.

Menurut dia, perhatian masyarakat terhadap Program MBG semakin besar. Seluruh SPPG diminta menjawab perhatian tersebut melalui peningkatan kinerja, kedisiplinan, keamanan pangan, kualitas makanan, pelayanan, serta komunikasi.

“Kami mengarahkan seluruh jajaran untuk fokus bekerja. Tingkatkan kualitas pelayanan, pastikan keamanan pangan, laksanakan SOP, perkuat pengawasan, dan berikan pelayanan terbaik kepada penerima manfaat. Saat ini masyarakat memberikan perhatian yang besar terhadap Program MBG, maka jawab perhatian tersebut dengan kinerja yang semakin baik," katanya.

Secara nasional, BGN juga terus memperkuat tata kelola SPPG dengan menempatkan kepatuhan terhadap SOP sebagai salah satu perhatian utama dalam menjaga keamanan pangan.

BGN telah mengambil langkah terhadap SPPG maupun personel ketika ditemukan persoalan yang memerlukan penindakan, termasuk suspend operasional dan pencopotan kepala SPPG dalam kasus tertentu.

Gagat menegaskan persoalan tersebut harus menjadi pelajaran bersama dan tidak berhenti sebagai masalah individu.

“Jangan sampai satu perilaku menghapus kerja baik banyak orang. Mari kita jadikan ini pelajaran. Bekerja dengan benar, berkomunikasi dengan baik, dan tetap memiliki empati. Kita hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, bukan untuk merendahkan pihak lain," terangnya.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut