Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BGN Temukan Yayasan Minta Setoran per Ompreng ke Mitra MBG, Begini Modusnya
Advertisement . Scroll to see content

BGN Segera Uji Coba MBG Prasmanan di 60 SPPG, Begini Konsepnya

Senin, 05 Oktober 2026 - 17:17:00 WIB
BGN Segera Uji Coba MBG Prasmanan di 60 SPPG, Begini Konsepnya
BGN menguji coba MBG prasmanan di lebih dari 60 SPPG agar makanan lebih hangat, fresh, dan mengurangi sisa makanan. (Foto: Ilustrasi/Dok. IMG)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menguji coba konsep Makan Bergizi Gratis (MBG) secara prasmanan di lebih dari 60 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Melalui skema tersebut, makanan dibawa dalam kondisi hangat dari dapur untuk kemudian disajikan langsung di kelas.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, uji coba tersebut mulai dilakukan pada Senin (5/10/2026) di sejumlah wilayah. Konsep prasmanan diharapkan membuat makanan yang diterima siswa lebih enak dan segar karena jeda antara makanan selesai dimasak hingga disajikan dapat dipangkas.

"Per hari ini, dari tanggal 5 ini kita sudah piloting di mungkin lebih dari 60 dapur untuk prasmanan di kelas. Jadi makanan dibawa anget-anget ke kelas kemudian disajikan di kelas," ucap Sudaryono, Senin (5/10/2026).

Sudaryono menambahkan, penyajian makanan secara langsung di kelas juga diharapkan dapat mengurangi risiko makanan rusak yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.

"Makanannya lebih enak karena anget-anget, yang kedua tentu saja lebih fresh karena tidak ada delay waktu, sehingga mengurangi risiko apa kerusakan makanan yang rusak kemudian menyebabkan gangguan kesehatan," tuturnya.

Selain melatih dapur SPPG, BGN memberikan pelatihan kepada pihak sekolah karena sistem prasmanan melibatkan siswa secara langsung. Para siswa nantinya mendapat jadwal piket untuk membantu melayani makanan kepada teman-teman dan guru.

"Jadi kalau prasmanan ini yang dilatih adalah dapurnya, yang dilatih juga adalah sekolahnya. Karena yang melayani adalah siswanya, jadi siswa itu ada piket kayak di Jepang gitulah," ucapnya.

Dia menuturkan, sistem prasmanan memungkinkan siswa mengambil makanan sesuai kebutuhan. Siswa juga dapat menambah makanan apabila masih tersedia sehingga diharapkan jumlah makanan yang terbuang atau food waste bisa ditekan.

"Lebih fresh ya, kemudian ada yang mungkin mau nambah, masih ada sisa, bisa nambah gitu, jadi waste, waste-nya lebih sedikit ya karena prasmanan itu," tuturnya.

Uji coba konsep MBG prasmanan dilakukan di sejumlah wilayah, mulai dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta hingga Papua, termasuk Jayapura.

Sudaryono mengatakan, penerapan sistem tersebut membutuhkan pelatihan yang cukup karena melibatkan pihak sekolah dan siswa secara langsung. Siswa yang bertugas akan menggunakan celemek dan sarung tangan serta melayani makanan untuk teman-teman dan guru.

"Memang perlu ada training yang cukuplah, karena melibatkan sekolah kan, melibatkan siswanya kan. Siswanya harus, nanti siswa pakai celemek, kemudian pakai sarung tangan, dia piket 5-6 orang dia ngelayanin temennya, ngelayanin gurunya, gitu," kata dia.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut