Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Korupsi Pengadaan Sepeda Motor Listrik BGN
Advertisement . Scroll to see content

BGN Temukan Yayasan Minta Setoran per Ompreng ke Mitra MBG, Begini Modusnya

Sabtu, 03 Oktober 2026 - 07:40:00 WIB
BGN Temukan Yayasan Minta Setoran per Ompreng ke Mitra MBG, Begini Modusnya
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono ungkap ada yayasan minta setoran per ompreng ke mitra MBG. (Foto: Felldy Utama)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan yayasan yang meminta setoran uang berdasarkan jumlah ompreng kepada mitra pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hal itu terjadi meski tidak berkontribusi dalam operasional maupun pembinaan dapur. 

Menurut Kepala BGN Sudaryono, mitra yang merasa dirugikan diberi kesempatan untuk mengganti yayasan yang menaungi mereka.

Temuan tersebut terungkap saat BGN melakukan registrasi untuk memperbarui perjanjian kerja sama antara yayasan dan mitra pengelola SPPG di berbagai daerah.

“Adanya mitra yang kemudian sudah membangun dapur itu diminta untuk menyetorkan sejumlah uang per ompreng kepada yayasan, di mana yayasan ini tidak melakukan apa pun, tidak memiliki kontribusi apa pun tidak juga aktif di dapur, tidak melakukan pembinaan, tidak mempunyai kontribusi apa pun terhadap jalannya dapur SPPG yang dinaungi oleh yayasan tersebut,” ujar Kepala BGN Sudaryono, Jumat (2/10/2026).

Sudaryono menjelaskan, praktik tersebut perlu ditindaklanjuti karena berpotensi menambah beban mitra dan memengaruhi kualitas makanan bagi penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dia menegaskan, anggaran MBG harus dimanfaatkan secara maksimal untuk menyediakan makanan berkualitas yang memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat. Penggunaannya juga harus dapat dipertanggungjawabkan secara transparan.

Atas dasar itu, BGN membuka kesempatan bagi mitra yang merasa dirugikan untuk mengganti yayasan, terutama jika yayasan tersebut tidak memberikan kontribusi terhadap operasional dapur.

“Atas dasar efisiensi, keadilan, dan pemanfaatan anggaran MBG secara maksimal, kami memberikan ruang kepada mitra yang merasa dirugikan untuk mengganti yayasan yang menaunginya, terutama apabila yayasan tersebut tidak memberikan kontribusi terhadap jalannya dapur,” tegasnya.

Untuk memfasilitasi pergantian tersebut, BGN menyediakan dua portal registrasi yang masing-masing ditujukan bagi yayasan dan mitra. Melalui mekanisme ini, mitra dapat mengajukan yayasan baru sekaligus menyertakan bukti terkait persoalan atau kerugian yang dialami selama menjalankan kerja sama.

BGN akan memproses pengajuan sesuai dengan ketentuan dan mekanisme registrasi yang berlaku. Langkah tersebut diharapkan menciptakan hubungan kemitraan yang lebih sehat sekaligus memastikan anggaran MBG digunakan secara optimal untuk kepentingan penerima manfaat.

Sudaryono menegaskan, anggaran yang disalurkan melalui program MBG harus benar-benar menghasilkan makanan dengan kualitas dan kandungan gizi yang baik. Aspek pertanggungjawaban serta transparansi juga menjadi perhatian dalam pelaksanaannya.

“Intinya kami ingin pelaksanaan MBG ini betul-betul uang yang tersalurkan itu dikonversi menjadi menu makanan yang kualitasnya baik dan diterima dengan baik, kandungan gizinya baik, pertanggungjawabannya baik, akuntabilitasnya baik dan transparan,” tuturnya.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut