BGN Ungkap Anggaran 2027 Capai Rp240,2 Triliun, Ini Rinciannya
JAKARTA, iNews.id - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memaparkan rencana anggaran lembaganya pada 2027 yang mencapai Rp240,2 triliun. Sebagian besar anggaran, yakni Rp232,87 triliun, dialokasikan untuk mendukung pemenuhan gizi nasional.
"Ini terbagi dalam dua program. Satu adalah program pemenuhan gizi nasional, ya yang di layar ini yang warnanya biru muda ya, itu sebesar Rp232,87 triliun atau 96,95 persen," kata Sudaryono dalam rapat bersama Komisi IX DPR di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Sementara itu, anggaran untuk program dukungan manajemen mencapai Rp7,325 triliun atau 3,05 persen dari total anggaran BGN pada 2027.
Sudaryono kemudian memerinci alokasi anggaran berdasarkan fungsi penggunaannya. Anggaran terbesar dialokasikan untuk fungsi pendidikan yang mencapai Rp198,96 triliun atau 82,83 persen.
"Yang pertama adalah fungsi pendidikan sebesar 198,96 triliun (82,83 persen), yaitu anggaran MBG untuk penerima manfaat peserta didik di satuan pendidikan, termasuk tadi, guru dan tenaga pendidikan," ujarnya.
Selanjutnya, BGN mengalokasikan anggaran sebesar Rp33,54 triliun atau 13,96 persen untuk fungsi kesehatan.
Sudaryono menjelaskan, anggaran tersebut diperuntukkan bagi program MBG untuk kelompok penerima manfaat 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
"Kedua, fungsi kesehatan sebesar 33,54 triliun atau 13,96 persen. Sudaryono menjelaskan bahwa anggaran ini ditujukan untuk MBG kepada penerima manfaat 3B yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita," ujarnya.
Sementara itu, fungsi pelayanan umum mendapatkan alokasi Rp7,69 triliun atau 3,2 persen. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan teknis MBG serta kebutuhan manajemen BGN.
"Dan tiga, fungsi pelayanan umum sebesar 7,69 triliun atau 3,2 persen untuk kegiatan-kegiatan teknis MBG dan dukungan manajemen," tuturnya.
Editor: Rizky Agustian