Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Universitas di Korea Perketat Aturan, Pelaku Kekerasan Ditolak Masuk Perguruan Tinggi
Advertisement . Scroll to see content

Biaya Kuliah Mahal, Ganjar Andalkan Program Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana sebagai Solusi 

Minggu, 04 Februari 2024 - 23:31:00 WIB
Biaya Kuliah Mahal, Ganjar Andalkan Program Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana sebagai Solusi 
Ganjar Pranowo memastikan ke depan akses pendidikan di tingkat perguruan tinggi bakal mudah, bahkan gratis bagi keluarga miskin (Foto: TPN)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ganjar Pranowo memastikan ke depan akses pendidikan di tingkat perguruan tinggi mudah, bahkan gratis bagi keluarga miskin. Hal itu jawaban konkret capres nomor urut 3 -yang juga diusung Partai Perindo- itu saat ditanya soal biaya kuliah di Indonesia yang mahal serta penggunaan sistem UKT (uang kuliah tunggal) dalam debat capres di JCC, Minggu (4/2/2024) malam.

“Pertama, hentikan liberalisasi pendidikan, berikanlah kepada para mahasiswa kita proporsi yang benar. Itulah kenapa Ganjar-Mahfud punya program satu keluarga miskin satu sarjana agar mereka tidak direpotkan pada persoalan ini,” kata Ganjar.

Mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode itu menambahkan, penghentian liberalisasi pendidikan tersebut harus diimbangi dengan proporsional, di mana yang kurang mampu harus mendapat intervensi dari pemerintah.

“Mana yang mampu dan mana yang kurang mampu. Yang kurang mampu harus ada intervensi dari pemerintah,” ujarnya.

Sistem biaya kuliah bagi mahasiswa yang tidak proporsional menjadi pemicu banyaknya mahasiswa terjerat kasus utang pinjamam online (pinjol).

“Ikhtiar para mahasiswa hari ini agar bisa tetap bersekolah adalah utang dan pinjol menjadi problem. Kami diskusi beberapa waktu lalu dengan para mahasiswa di Yogya, ini menjadi cerita utama,” tuturnya.

Di mata Ganjar, pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan adalah investasi bangsa dan negara. Dia menceritakan pengalamannya mendirikan SMKN Jawa Tengah yang diperuntukkan bagi kalangan miskin untuk nantinya dapat lulus dan mampu mengangkat perekonomian keluarganya.

“Kalau boleh saya berbagi pengalaman di Jateng, saya cari keluarga miskin sekolah langsung kerja. Kami mulai dari SMK. Alhmdulillah kami mampu meng-cover itu. Yaitu SMKN Jateng, 3 tahun lulus dan kami ingin tingkatkan ini untuk perguruan tinggi. Bukan hanya yang miskin tapi juga perempuan dan penyandang disabilitas,” kata capres yang berpasangan dengan Mahfud MD itu.

Wujudkan Kerja Mudah, Pangan Murah

Dalam rangkaian kampanyenya, Ganjar juga menegaskan komitmen dan janji untuk mendorong agar masyarakat mudah mendapatkan pekerjaan yakni dengan memperluas lapangan kerja. Strategi jitunya dengan meramu sejumlah persiapan matang, termasuk peningkatan di sektor pendidikan hingga usaha.

"Saya kira lapangan kerja menjadi isu utama, maka kemudian SDM mesti kita siapkan dan itulah yang menjadi PR besar Ganjar-Mahfud," kata alumni Universitas Gadjah Mada Yogyakarta itu.

Ganjar menyebut, dalam rangka menciptakan lapangan pekerjaan lebih luas lagi, pihaknya bakal memperhatikan sektor pendidikan, investasi, hingga memastikan kemudahan bagi para pelaku usaha.

"Kita mesti menyiapkan dari pendidikannya, investasinya, dan kemudahan mereka termasuk dalam berusaha," ujarnya.

Selain itu, capres berambut putih itu juga memacu terwujudnya harga pangan murah. Dia juga menyoroti pentingnya stabilisasi harga bahan pokok. Menurutnya, fluktuasi harga yang cukup tinggi selama ini perlu diatasi demi kestabilan ekonomi, termasuk perlunya intervensi pemerintah.

"Semua stabilisasi harga menjadi begitu penting, karena selama ini cukup fluktuatif. Dan tentu saja harga beras yang tidak turun-turun memang harus segera diintervensi, karena sudah lama sekali ini," katanya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut