Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BMKG Ungkap Baru 8 Persen Wilayah Indonesia Masuk Musim Hujan, Jawa hingga Bali Kemarau
Advertisement . Scroll to see content

BMKG Catat 1.297 Titik Panas di Indonesia, Sumatera Terbanyak

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:25:00 WIB
BMKG Catat 1.297 Titik Panas di Indonesia, Sumatera Terbanyak
Karhutla di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 1.297 titik panas atau hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi di Indonesia per 14 Oktober 2026. Sumatera menjadi wilayah dengan sebaran titik panas terbanyak, mencapai 505 titik. 

Sementara itu, asap terpantau menyebar di sejumlah wilayah, mulai dari Sumatera hingga Papua.

BMKG menyebut tingginya jumlah titik panas tersebut meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi ini sejalan dengan semakin keringnya lahan di sejumlah daerah, terutama wilayah yang mengalami periode tanpa hujan berkepanjangan.

“Berdasarkan hasil pemantauan pada 14 Oktober 2026, teridentifikasi 1.297 titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi,” tulis BMKG dalam keterangannya, Jumat (16/10/2026).

Berdasarkan data BMKG, sebaran titik panas terbanyak berada di Sumatera dengan 505 titik, disusul Kalimantan sebanyak 346 titik serta Papua dan Maluku sebanyak 330 titik.

Sementara itu, Sulawesi terpantau memiliki 66 titik panas, Nusa Tenggara 38 titik, dan Jawa sebanyak 12 titik.

Selain memantau titik panas, BMKG juga mendeteksi sebaran asap melalui citra satelit Himawari. Pengamatan pada 15 Oktober 2026 pukul 13.00 WIB menunjukkan asap menyebar di sebagian besar wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

“Sebaran titik panas dan asap tersebut menunjukkan bahwa potensi karhutla masih menjadi perhatian, khususnya pada wilayah yang mengalami defisit hujan dan memiliki kondisi vegetasi yang kering,” paparnya.

BMKG mengingatkan masyarakat dan pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama di daerah dengan curah hujan rendah dan vegetasi yang mulai mengering. Kondisi lahan yang kering dapat meningkatkan kerentanan terhadap kebakaran, sehingga upaya pencegahan dan pemantauan perlu terus dilakukan.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut