BMKG Ingatkan Ancaman Karhutla hingga ISPA saat Kemarau Panjang
JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Indonesia bakal mengalami kemarau yang lebih panjang dan kering. Puncak kondisi tersebut diperkirakan terjadi pada Agustus 2026.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani memberikan rekomendasi kepada kementerian/lembaga, pemerintah daerah, institusi terkait, menghadapi kemarau panjang.
"Sektor pangan, menyesuaikan jadwal tanam dan memilih varietas tanaman yang membutuhkan lebih sedikit air, lebih tahan kekeringan, serta memiliki siklus tanam yang
lebih pendek," kata Teuku, Rabu (10/6/2026).
Kemudian, sektor sumber daya air, harus melakukan revitalisasi waduk, memperbaiki jaringan distribusi air, serta memastikan ketersediaan air untuk kebutuhan masyarakat. Pada sektor energi, memastikan kapasitas air bendungan untuk operasional PLTA.
Aceh hingga Papua Selatan Masuki Kemarau, BMKG Peringatkan Lebih Kering dan Panjang!
"Sektor lingkungan dan kesehatan, menyiapkan mekanisme respons cepat oleh pemerintah daerah untuk antisipasi memburuknya kualitas udara yang berpotensi memicu ISPA," ujarnya.
Di sektor kehutanan dan kebencanaan, pemerintah perlu meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi kekeringan dan karhutla.
BMKG Catat Tsunami Terjang Sejumlah Wilayah di RI usai Gempa M7,7 Filipina, Tertinggi 0,75 Meter
"Sektor perikanan dan tambak garam diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan fenomena upwelling untuk peningkatan tangkapan ikan dan memanfaatkan musim kemarau yang lebih kering untuk peningkatan produksi garam," tutupnya.
Editor: Puti Aini Yasmin