Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Susulan Masih Mengguncang NTT, Kepala BNPB: Jangan Panik tapi Waspada
Advertisement . Scroll to see content

BMKG Minta Masyarakat NTT Tenang, Gempa Besar M7,7 Tak Terulang dalam Waktu Dekat

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:54:00 WIB
BMKG Minta Masyarakat NTT Tenang, Gempa Besar M7,7 Tak Terulang dalam Waktu Dekat
BMKG mencatat ribuan gempa susulan pascagempa M7,7 Flores, dan diperkirakan guncangan masih berlangsung hingga 3-4 minggu ke depan. (Foto: BMKG)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani meminta masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap tenang menyikapi aktivitas gempa susulan setelah gempa utama berkekuatan magnitudo (M) 7,7 pada 15 Agustus 2026. Faisal mengatakan gempa dengan kekuatan serupa tidak akan kembali terjadi dalam waktu dekat.

Dia menjelaskan sesar naik di busur belakang Flores membutuhkan waktu panjang untuk kembali mengakumulasi energi sebelum mampu memicu gempa dengan kekuatan besar.

“Diperlukan waktu hingga puluhan tahun agar sesar naik di busur belakang dari Flores ini dapat mengumpulkan energi dan menghasilkan gempa sebesar yang ada sekarang ini, atau bisa lebih besar atau lebih kecil. Jadi diperlukan waktu panjang,” ujar Faisal dalam keterangannya, dikutip Kamis (20/8/2026).

Meski demikian, aktivitas gempa susulan masih terus berlangsung. Hingga pukul 17.00 WIB pada 19 Agustus 2026, BMKG mencatat sebanyak 3.055 gempa susulan.

Dari ribuan gempa tersebut, gempa susulan terbesar tercatat mencapai M6,2, sedangkan yang terkecil M1,1. Sebanyak 88 gempa di antaranya dirasakan oleh masyarakat.

Faisal menjelaskan, proses peluruhan aktivitas gempa susulan masih akan berlangsung selama beberapa pekan. BMKG memperkirakan kondisi tersebut membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat minggu.

“Karena ini gempanya cukup besar 7,7 magnitudo, jadi peluruhannya memerlukan waktu kurang lebih 3 sampai 4 minggu ke depan,” katanya.

Dia memastikan masyarakat tidak perlu panik dengan kemungkinan terjadinya gempa besar dengan kekuatan serupa dalam beberapa hari atau pekan ke depan. BMKG terus memantau aktivitas kegempaan di wilayah NTT secara real-time.

“Masyarakat tidak perlu khawatir tentang itu, mohon tetap tenang bahwa kita terus memantau kondisinya, insya Allah dalam 3 sampai 4 minggu ke depan itu peluruhan akan terjadi,” ujarnya.

BMKG juga menempatkan personel di sejumlah wilayah terdampak untuk memberikan informasi dan pendampingan kepada masyarakat. Di Pulau Flores, terdapat empat Unit Pelaksana Teknis (UPT) BMKG yang berada di Labuan Bajo, Ruteng, Maumere, dan Larantuka.

Selain itu, BMKG menempatkan dua pos di Ende dan Bajawa untuk memperkuat pemantauan serta pelayanan informasi kegempaan.

“Ketika terjadi gempa, tim BMKG sudah ada di lokasi dan kita membersamai masyarakat, Forkopimda, segenap tim SAR, TNI-Polri untuk benar-benar memberikan kenyamanan bagi masyarakat,” kata Faisal.

Sementara itu, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto memastikan seluruh gempa susulan yang terjadi sejauh ini memiliki magnitudo lebih kecil dibandingkan gempa utama M7,7.

“Bisa kita pastikan untuk gempa susulan itu kan lebih kecil ya sekarang. Tidak ada gempa susulan yang lebih besar dari gempa utamanya,” ujar Wijayanto.

Menurutnya, gempa M7,7 yang mengguncang Flores sudah mendekati magnitudo maksimum yang dapat terjadi pada kerak dangkal di wilayah tersebut. Potensi maksimum magnitudo di kerak dangkal kawasan itu diperkirakan sekitar M7,8.

“Jadi seterusnya adalah gempa susulan yang akan menuju ke kestabilan lempeng itu sendiri,” katanya.

BMKG juga terus memantau kemungkinan terjadinya tsunami di wilayah terdampak. Sistem peringatan dini tsunami Indonesia disebut mampu memberikan peringatan dalam waktu kurang dari tiga menit setelah gempa terdeteksi dan memenuhi parameter yang berpotensi memicu tsunami.

Wijayanto memastikan gempa susulan dalam waktu dekat tidak berpotensi memicu tsunami.

“Kita pastikan bahwa dalam waktu dekat tidak akan ada gempa susulan yang bisa mengakibatkan terjadinya tsunami,” pungkasnya.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut