BMKG Peringatkan El Nino Berpotensi Jadi Sangat Kuat, Risiko Kekeringan dan Karhutla Meningkat
JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan fenomena El Nino pada tahun ini berada pada kategori kuat dan berpotensi meningkat menjadi kategori sangat kuat. Kondisi tersebut diperkirakan membuat musim kemarau tahun ini berlangsung lebih kering dan lebih panjang, terutama pada Agustus hingga September.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani menuturkan, pihaknya terus memperkuat respons lintas sektor menghadapi dampak El Nino melalui penyediaan informasi iklim yang akurat dan dapat ditindaklanjuti.
"El Nino merupakan tantangan yang berdampak pada berbagai sektor pembangunan nasional. Membangun ketahanan menghadapi El Nino memerlukan kesiapsiagaan lintas sektor yang didukung oleh informasi iklim yang akurat, tepat waktu, dan dapat dipertanggungjawabkan," ujar Faisal dalam Dialog Nasional bertajuk 'Memperkuat Respons Lintas Sektor Menghadapi Dampak El Nino Kuat' dikutip, Rabu (5/8/2026).
Faisal menegaskan, El Nino merupakan tantangan pembangunan yang berdampak pada berbagai sektor, mulai dari pangan, sumber daya air, energi, kesehatan, kehutanan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
Karena itu, informasi iklim harus menjadi dasar pengambilan keputusan agar setiap sektor dapat melakukan langkah antisipasi sebelum risiko berkembang menjadi bencana.
BMKG mencatat El Nino saat ini telah berada pada kategori kuat dan berpotensi meningkat menjadi kategori sangat kuat. Kondisi tersebut diperkirakan membuat musim kemarau tahun ini lebih kering dan lebih panjang, terutama pada Agustus hingga September.
Dia menegaskan, El Nino bukanlah musim kemarau, melainkan fenomena iklim global yang memperkuat dampak musim kemarau ketika keduanya terjadi secara bersamaan.
"Bahwa El Nino bukanlah musim kemarau, melainkan fenomena iklim global yang memperkuat dampak musim kemarau ketika keduanya terjadi bersamaan," tuturnya.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kekeringan, berkurangnya ketersediaan air, gangguan produksi pangan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta memengaruhi sektor energi, kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Sebagai langkah antisipasi, BMKG telah menyampaikan prediksi El Nino sejak Maret 2026 sehingga kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk menyiapkan berbagai langkah mitigasi.
Sebagai lembaga yang bertanggung jawab menyediakan layanan meteorologi, klimatologi, dan geofisika, BMKG juga terus memperkuat pendekatan From Early Warning to Early Action, yakni memastikan setiap informasi iklim menjadi dasar pengambilan keputusan di berbagai sektor.
Pendekatan tersebut diwujudkan melalui prediksi ENSO, prediksi musim, prakiraan hujan, analisis dampak sektoral, sistem peringatan dini kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan, layanan informasi iklim berbasis sektor, hingga dukungan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
"Informasi iklim harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata sehingga pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat melakukan langkah antisipatif sebelum dampak terjadi," ucapnya.
Faisal menambahkan, layanan BMKG kini dirancang semakin spesifik sesuai kebutuhan setiap sektor, mulai dari penyusunan kalender tanam adaptif, pengelolaan sumber daya air, mitigasi karhutla, hingga dukungan bagi sektor kesehatan dan energi.
"Dengan demikian, informasi iklim tidak hanya menjadi referensi ilmiah, tetapi juga menjadi dasar kebijakan yang berdampak langsung bagi perlindungan masyarakat," tuturnya.
Editor: Aditya Pratama