BMKG Ramal Hujan Meluas Mulai November 2026, Wilayah Ini Diprediksi Diguyur Lebat
JAKARTA, iNews.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan mulai meluas di sejumlah wilayah Indonesia pada November 2026 setelah sebagian besar daerah masih mengalami cuaca kering dalam sepekan ke depan. Curah hujan diprediksi meningkat secara bertahap hingga mencapai puncak musim hujan pada Desember 2026.
Prakirawan BMKG, Wahyu Argo, mengatakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah, terutama Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, serta sebagian wilayah Papua Barat dan Papua.
“Dalam sepekan ke depan, cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia masih diprakirakan didominasi kondisi kering. Meski demikian, potensi hujan sedang hingga lebat masih perlu diwaspadai di sejumlah wilayah, terutama Sumatra bagian utara hingga tengah, meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, serta sebagian Papua Barat dan Papua,” ungkap Wahyu dalam keterangannya, dikutip Sabtu (17/10/2026).
Peningkatan curah hujan juga diprakirakan terjadi di enam provinsi prioritas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di Sumatra dan Kalimantan. Kondisi tersebut diprediksi mulai terlihat pada awal November.
Wahyu menjelaskan, curah hujan di enam provinsi tersebut diperkirakan berada pada kategori menengah hingga tinggi, yakni 50–300 milimeter per dasarian pada dasarian I November.
“Pada enam provinsi prioritas penanganan karhutla, khususnya di wilayah Sumatra dan Kalimantan, curah hujan diprakirakan berada pada kategori menengah hingga tinggi, berkisar 50–300 mm per dasarian pada dasarian I November. Curah hujan tersebut diprakirakan meluas dan meningkat pada dasarian berikutnya,” ujar Wahyu.
Sementara itu, peningkatan curah hujan di Papua diprakirakan mulai terjadi pada dasarian II November. Intensitasnya diprediksi terus meningkat hingga Desember 2026.
“Sementara itu, wilayah Papua diprakirakan mengalami peningkatan curah hujan mulai dasarian II November, dengan kisaran 50–150 mm per dasarian, yang diprakirakan terus meningkat hingga Desember 2026,” tutup Wahyu.
Editor: Puti Aini Yasmin