BMKG Tegaskan Sesar Besar Sumatra di Darat Tak Akan Picu Tsunami
JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menegaskan sesar besar Sumatra di darat tidak akan memicu tsunami. Namun, masyarakat diminta tetap waspada terhadap sumber ancaman gempa di darat.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengungkapkan hal ini untuk merespons adanya informasi tidak benar yang menghubungkan sumber gempa sesar Sumatra di darat dengan tsunami pada tahun 2024.
“Tentu saja ini merupakan berita bohong (hoaks) untuk itu masyarakat diimbau untuk tidak mempercayainya, meskipun kita harus selalu siaga karena tinggal di daerah rawan gempa dan tsunami,” kata Daryono dalam keterangan resminya, Jumat (3/5/2024).
“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” imbau Daryono.
Gempa Terkini Magnitudo 4,6 Guncang Tuban
Daryono pun mengungkapkan terkait potensi gempa di jalur Sesar Sumatra, diharapkan adanya peningkatan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat serta pemerintah, sehingga langkah-langkah mitigasi konkret harus diimplementasikan untuk mengurangi risiko bencana gempabumi.
“Upaya mitigasi gempa bagi masyarakat yang paling utama adalah mewujudkan bangunan tahan gempa dan memahami keterampilan cara selamat saat terjadi gempa,” kata Daryono.
Badan Geologi Ungkap Sumber Gempa Garut Pernah Picu Bencana di Tahun 1979, 2007 dan 2023
Daryono mengatakan di Sumatra khususnya dan di Indonesia pada umumnya, setiap bangunan harus dapat beradaptasi dengan guncangan gempa, seperti bangunan dengan struktur kuat sehingga tahan gempa atau bangunan aman gempa yang berbahan ringan dari kayu atau bambu yang didesain menarik.
“Tidak direkomendasikan membangun bangunan tembok sederhana asal bangun tanpa tulangan besi standar yang kuat. Ini penting untuk mengantisipasi terjadinya gempa besar, gempa kecil, gempa jauh, dan gempa hiposenter dalam agar tidak menyebabkan terjadinya kerusakan setiap terjadi gempa,” katanya.
Puncak Arus Balik Lebaran, 387.204 Pemudik Menyeberang dari Sumatra ke Jawa
Editor: Faieq Hidayat