Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Karhutla Singkawang Masuki Hari ke-18, Tim Gabungan Kendalikan Kebakaran Lahan Gambut
Advertisement . Scroll to see content

BNPB: Asap Karhutla Sumatera-Kalimantan Berpotensi Capai Singapura, Malaysia hingga Brunei

Selasa, 08 September 2026 - 19:03:00 WIB
BNPB: Asap Karhutla Sumatera-Kalimantan Berpotensi Capai Singapura, Malaysia hingga Brunei
BNPB mengungkap polutan karhutla di Sumatera dan Kalimantan berpotensi memicu kabut asap lintas batas hingga Singapura, Malaysia, dan Brunei. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap sebaran polutan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan berpotensi bergerak ke wilayah timur Indonesia. Sebaran polutan ke arah utara dan barat laut juga berpotensi memicu kabut asap lintas batas hingga Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan titik polutan dengan intensitas pekat masih terdeteksi di sejumlah wilayah Kalimantan, Sumatera, hingga Papua.

"Ini prediksi sebaran polutan yang kami peroleh dari BMKG hari ini, 8 September 2026. Kita lihat titik pekat masih berada di Kalimantan yang luas di Kalimantan Barat maupun Kalimantan Selatan dan Tengah. Selain di Kalimantan ada juga di daerah Jambi dengan Sumatera Selatan dan di Papua bagian arah di Merauke," ujar Berton kepada wartawan, Selasa (8/9/2026).

Menurut Berton, kondisi sebaran polutan tersebut diperkirakan masih berlangsung pada Rabu (9/9/2026). Intensitas dan luasan polusi PM2.5 dari karhutla di Sumatera dan Kalimantan menunjukkan peningkatan. Polutan juga terdeteksi di wilayah timur Indonesia, khususnya Merauke, Papua.

Sementara itu, pergerakan polutan ke arah utara dan barat laut berpotensi membawa kabut asap lintas batas. Kondisi tersebut diperkirakan berdampak hingga wilayah Singapura, Semenanjung Malaysia, Sarawak, Sabah, dan Brunei Darussalam.

BNPB mengimbau masyarakat tetap menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, terutama di wilayah yang terdampak sebaran polutan.

Di sisi lain, BNPB melaporkan perkembangan penanganan karhutla di sejumlah daerah. Di Kalimantan Barat terdapat 36 titik api dengan luas lahan terbakar lebih dari 350 hektare. Petugas gabungan telah melakukan pemadaman pada lahan seluas lebih dari 105 hektare.

Di Kalimantan Tengah, ditemukan 47 titik api dengan luas lahan terbakar lebih dari 100 hektare. Dari luasan tersebut, lebih dari 67 hektare telah berhasil dipadamkan.

Kemudian di Kalimantan Selatan terdapat 21 titik api dengan luas lahan terbakar lebih dari 260 hektare. Petugas telah memadamkan lebih dari 163 hektare lahan.

Sementara itu, di Riau ditemukan 51 titik api dengan luas lahan terbakar lebih dari 309 hektare. Petugas berhasil memadamkan lebih dari 162 hektare.

Di Jambi, terdapat 29 titik api dengan luas lahan terbakar sekitar 60 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 46 hektare telah berhasil dipadamkan.

Adapun di Sumatera Selatan ditemukan 21 titik api dengan luas lahan terbakar hampir 400 hektare. Namun, lahan yang berhasil dipadamkan baru sekitar 13 hektare.

Penanganan karhutla di sejumlah wilayah tersebut dilakukan melalui berbagai metode, mulai dari operasi satgas darat dan satgas udara, water bombing, hingga operasi modifikasi cuaca (OMC).

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut