Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pengakuan Warga Aceh Tamiang Betah Tinggal di Huntara: Terima Kasih Pemerintah
Advertisement . Scroll to see content

BNPB Kebut Pembangunan Huntara di 5 Kecamatan Aceh Utara, Ditargetkan Rampung Akhir Januari

Jumat, 16 Januari 2026 - 09:47:00 WIB
BNPB Kebut Pembangunan Huntara di 5 Kecamatan Aceh Utara, Ditargetkan Rampung Akhir Januari
BNPB mempercepat pembangunan 711 hunian sementara (huntara) untuk warga terdampak bencana banjir di Kabupaten Aceh Utara. (Foto: Dok. BNPB)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) untuk warga terdampak bencana banjir di Kabupaten Aceh Utara

Pada tahap pertama, sebanyak 711 unit huntara dibangun di lima kecamata. Angka ini berdasarkan hasil validasi data yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Aceh Utara. 

Plt Kepala Pusat Pengendalian Operasi BNPB Kolonel Inf Hery Setiono menerangkan, pembangunan huntara tahap pertama dilakukan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak dengan kategori rumah rusak berat, hilang, dan hanyut akibat bencana. 

"Adapun rincian pembangunan 711 unit huntara tersebar di beberapa kecamatan, yakni Kecamatan Baktiya 215 unit, Baktiya Barat 5 unit, Dewantara 115 unit, Sawang 241 unit, dan Seunuddon 135 unit," ucap Hery dalam keterangannya, Jumat (16/1/2026).

Di Kecamatan Seunuddon, saat ini tengah dibangun 84 unit huntara tahap pertama di Desa Ulee Rubek Timur, yang sebelumnya merupakan lapangan sepak bola desa. Lahan yang dimanfaatkan memiliki luas sekitar 14.000 meter persegi, dengan pembangunan 16 kopel yang terdiri dari masing-masing 5 unit dan 1 kopel dengan 4 unit. 

Setiap unit huntara dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga terdampak dengan spesifikasi teras keluarga berukuran 4,8 m x 3,6 m, serta kamar mandi berukuran 1,2 m x 1,2 m di setiap unit. 

Selain itu, hunian dilengkapi fasilitas sanitasi memadai, sumur bor untuk ketersediaan air bersih serta sistem pembuangan limbah sederhana guna menunjang kesehatan lingkungan. 

Dia menambahkan, setelah pembangunan huntara tahap pertama rampung, BNPB akan kembali melakukan pembaruan validasi data. 

"Apabila masih terdapat kebutuhan tambahan, pembangunan huntara dapat ditambahkan sesuai hasil pendataan lanjutan," katanya.

Sebagai bentuk keleluasaan bagi warga terdampak selama masa transisi menuju hunian tetap, BNPB memberikan pilihan untuk menempati huntara atau tinggal sementara bersama keluarga di rumah kerabat dengan menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar 600 ribu rupiah per bulan.

BNPB menargetkan pembangunan huntara tahap pertama dapat selesai dan mulai ditempati pada akhir Januari, sehingga masyarakat terdampak dapat menempati hunian yang lebih layak menjelang bulan suci Ramadan.

Pembangunan huntara ini dilaksanakan melalui kolaborasi lintas pihak bersama pemerintah daerah, dunia usaha dan komponen masyarakat di Kecamatan Seunuddon. Keterlibatan ini diharapkan tidak hanya mempercepat pembangunan, tetapi juga dapat mendukung perekonomian masyarakat terdampak bencana.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh BNPB per 15 Januari 2026, dari 27 kecamatan terdampak di Kabupaten Aceh Utara, telah diproses pembangunan huntara sebanyak 4.404 unit, penyaluran DTH kepada 4.840 Kepala Keluarga (KK), rencana pembangunan hunian tetap (huntap) insitu sebanyak 4.569 unit dan huntap relokasi 635 unit. 

Pemutakhiran data lanjutan terus dilakukan bersama pemerintah daerah dan masyarakat setempat guna memastikan seluruh program pemulihan berjalan tepat sasaran, berkelanjutan, dan selaras dengan kebutuhan warga terdampak. 

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut