BNPB Kerahkan 4.068 Personel Tangani Karhutla Kaltim, 319 Ha Lahan Masih Terbakar
JAKARTA, iNews.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan dukungan untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim). Dukungan terus berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
Hal tersebut dibahas Kepala BNPB Suharyanto bersama Menteri Kehutanan, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Timur, Senin (14/9/2026). Pembahasan mencakup keterpaduan satgas di lapangan, dukungan operasi darat dan udara, pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), serta pemenuhan sarana dan prasarana untuk mempercepat penanganan karhutla.
Suharyanto menegaskan pemerintah pusat berkomitmen mendampingi pemerintah daerah dan masyarakat Kalimantan Timur hingga penanganan karhutla selesai.
“BNPB bersama seluruh kementerian/lembaga terkait berkomitmen untuk terus mendampingi pemerintah daerah dan masyarakat Kaltim hingga api padam tuntas dan situasi kembali kondusif,” ujar Suharyanto dalam keterangannya, Selasa (15/9/2026).
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim, luas area terbakar sejak Januari hingga September 2026 mencapai sekitar 5.708,96 hektare. Pada Minggu (13/9/2026), terpantau 34 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi dan 24 titik kejadian kebakaran dengan estimasi luas terbakar sekitar 712,94 hektare.
Dari luasan tersebut, sekitar 392,99 hektare telah berhasil dipadamkan. Rinciannya, 377,99 hektare melalui penanganan darat dan 15 hektare melalui dukungan operasi udara.
Sementara itu, sekitar 319,95 hektare masih dalam penanganan dan seluruhnya berada di kawasan IKN.
Penanganan karhutla dilakukan secara terpadu oleh unsur BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, OIKN, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta relawan. Keterpaduan tersebut menjadi bagian penting untuk mempercepat pemadaman dan mencegah api meluas ke wilayah lain.
Dukungan operasi udara disiapkan sesuai kebutuhan dan perkembangan kondisi di lapangan, terutama untuk membantu penanganan di lokasi yang memiliki kendala akses bagi tim darat. Operasi udara menjadi bagian dari penanganan terpadu bersama Satgas Karhutla.
Selain pemadaman, BNPB juga menindaklanjuti permintaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Kapolda Kalimantan Timur. Pelaksanaan OMC mencakup wilayah Berau dan sekitarnya dengan mempertimbangkan kondisi atmosfer serta potensi pertumbuhan awan hujan berdasarkan pemantauan BMKG.
Dari sisi sarana dan prasarana, kebutuhan pendukung operasi dipenuhi secara bertahap melalui koordinasi BNPB bersama kementerian dan lembaga terkait. Dukungan antara lain berasal dari Kementerian Pertahanan, Mabes TNI, dan Mabes Polri, termasuk distribusi tangki air.
Hingga saat ini, sebanyak 47 tangki air telah didistribusikan ke wilayah yang membutuhkan.
Sementara itu, kekuatan personel penanganan karhutla di Kalimantan Timur mencapai sekitar 4.068 orang yang terdiri atas unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan unsur terkait lainnya.
Khusus di kawasan IKN, sekitar 324 personel dikerahkan untuk mendukung penanganan, termasuk unsur pemerintahan di tingkat kabupaten dan kecamatan.
BNPB bersama seluruh unsur Satgas akan melanjutkan penanganan sesuai perkembangan kondisi di lapangan dengan mengutamakan keterpaduan operasi dan dukungan terhadap upaya pemadaman hingga situasi terkendali.
Editor: Rizky Agustian