JAKARTA, iNews.id – Gempa bumi dengan magnitudo 7,2 yang terjadi akhir pekan lalu itu meluluhlantakkan Halmahera Selatan, Maluku Utara. Karenanya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan dana siap pakai (DSP) untuk penanganan darurat bencana di wilayah itu.
“Direncanakan Rp500 juta,” ujar Pelaksana harian (Plh) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Agus Wibowo di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (16/7/2019).
LUCAS vs Shahed-136: Benarkah Drone Tempur Amerika Meniru Iran? Ini Perbandingan Harga dan Faktanya
Dia mengatakan, jumlah dana siap pakai nantinya dapat bertambah bila diperlukan. Terkait Rp500 juta tadi, Agus menyebut itu sebagai dana awal untuk keperluan operasi tanggap darurat di sana. “Jadi untuk keperluan operasi awal masih Rp500 juta, nanti bisa diajukan lagi (apabila dibutuhkan),” kata dia.
Sebelumnya, BNPB melaporkan empat orang tewas tertimpa reruntuhan bangunan akibat dari gempa magnitudo 7,2 di Halmahera Selatan. Selain itu, terdapat 51 orang mengalami luka-luka dalam musibah tersebut.
Untuk jumlah rumah yang rusak berat tercatat sebanyak 971 unit. Di antaranya berada di Desa Ranga-Ranga sejumlah 300 rumah, Desa Gane Luar 380 rumah, Desa Samat enam rumah, Desa Gaimu 10 rumah, Desa Kuwo 30 rumah, Desa Liaro 22 rumah, Desa Tomara 90 rumah, Desa Tanjung Jere 2 rumah, dan Desa Lemo Lemo sebanyak 131 rumah.
Editor: Ahmad Islamy Jamil