Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Asap Karhutla Ganggu Malaysia-Singapura, BNPB Minta Jangan Saling Menyalahkan
Advertisement . Scroll to see content

BNPB Ungkap Modifikasi Cuaca untuk Karhutla Kalsel Belum Bisa Digelar, Ada Apa?

Minggu, 23 Agustus 2026 - 22:10:00 WIB
BNPB Ungkap Modifikasi Cuaca untuk Karhutla Kalsel Belum Bisa Digelar, Ada Apa?
Ilustrasi BNPB belum bisa melakukan modifikasi cuaca di Kalsel. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel) belum dapat dilakukan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut awan yang menjadi target penyemaian belum tumbuh di wilayah tersebut.

“Untuk OMC belum bisa dilakukan karena belum ada pertumbuhan awan,” ucap kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Minggu (23/8/2026).

Hujan hasil modifikasi cuaca sangat diandalkan dalam penanganan Karhutla di Kalsel. Kondisi sumber air yang terbatas menjadi salah satu kendala karena wilayah tersebut masih menghadapi musim kemarau.

“Sebagian besar titik karhutla berada di lahan gambut sehingga sulit untuk dipadamkan. Operasi modifikasi cuaca dan hujan salah satu faktor utama untuk dapat memadamkan lahan terbakar,” ucap dia.

Penanganan karhutla juga dilakukan melalui operasi darat. Sebanyak 9.800 personel satgas dikerahkan untuk menangani kebakaran dan melakukan upaya pemadaman.

Data sementara menunjukkan luas lahan yang terbakar mencapai 8.620 hektare.

“Saat ini situasi di Kalimantan Selatan terkendali, satgas darat bekerja 24 jam. Wilayah ring 1 di mana di Kabupaten Banjarbaru, Banjar, Barito Kuala,” katanya.

Berton mengatakan sejumlah titik karhutla di Kalsel telah berhasil dipadamkan dan dilakukan pembasahan. Namun, api kembali muncul di beberapa lokasi dalam beberapa hari berikutnya.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut