Bonus ASEAN Para Games Cair, Atlet Peraih Emas Kantongi Rp1 Miliar
JAKARTA, iNews.id - Pemerintah mulai mencairkan bonus bagi para atlet berprestasi di ajang ASEAN Para Games 2025. Apresiasi ini diberikan sebagai bentuk penghargaan atas capaian kontingen Indonesia yang melampaui target medali.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengumumkan besaran bonus yang diterima atlet dan pelatih. Untuk nomor perorangan, atlet peraih medali emas mendapatkan Rp1 miliar. Sementara untuk peraih medali emas nomor ganda sebesar Rp800 juta dan peraih medali emas nomor beregu sebesar Rp500 juta.
"Sementara untuk para pelatih Rp300 juta untuk nomor perorangan dan ganda, serta Rp400 juta untuk nomor beregu," ujar Erick dalam keterangannya, Selasa (17/3/2026).
Secara keseluruhan, total bonus yang disalurkan pemerintah hampir mencapai Rp365 miliar. Angka tersebut menunjukkan besarnya apresiasi terhadap performa atlet Indonesia di ajang olahraga disabilitas terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Kemenpora Apresiasi Prestasi Fantastis Atlet Indonesia di ASEAN Para Games 2025
Kontingen Indonesia mencatat hasil melampaui target. Dari target awal 82 medali emas, para atlet berhasil mengoleksi 135 medali emas, 143 medali perak, dan 114 medali perunggu. Capaian itu mengantarkan Indonesia menempati peringkat kedua dalam klasemen akhir ASEAN Para Games 2025.
SEA Games dan ASEAN Para Games 2025 Gemilang, DPR Beri Apresiasi Tinggi
"Ini merupakan komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa prestasi atlet Para Games dihargai secara adil dan setara," kata Erick.
Dia juga memastikan proses penyaluran bonus dilakukan secara transparan dan langsung kepada para penerima. Mekanisme ini diharapkan mempercepat pencairan sekaligus memastikan akuntabilitas penggunaan anggaran.
Bonus ASEAN Para Games 2025 Masih Misteri, Begini Kata Menpora Erick Thohir
"Sesuai arahan Bapak Presiden, seluruh dana bonus ini ditransfer langsung oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga ke rekening masing-masing atlet dan pelatih sehingga dapat diterima secara cepat, transparan, dan tepat sasaran," kata Erick.
Editor: Maria Christina