Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BPOM Akan Tindak Tegas Penjualan Obat Ilegal di Minimarket
Advertisement . Scroll to see content

BPOM: Indonesia Punya 31 Ribu Tumbuhan Berpotensi Jadi Bahan Kosmetik

Rabu, 06 Mei 2026 - 19:06:00 WIB
BPOM: Indonesia Punya 31 Ribu Tumbuhan Berpotensi Jadi Bahan Kosmetik
Kepala BPOM Taruna Ikrar. (Foto: Niko Prayoga)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengungkap potensi besar Indonesia di industri kecantikan. Tak main-main, ada sekitar 31 ribu jenis tumbuhan di Tanah Air yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku kosmetik alami.

Temuan ini menjadi kabar baik di tengah tren global yang kian mengarah pada produk kecantikan berbahan alami. Indonesia dinilai punya peluang besar untuk tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain utama dalam rantai pasok kosmetik dunia.

"Kami memiliki 31 ribu spesies tumbuh-tumbuhan yang siap diekstrak dan dijadikan bahan baku kosmetik," ujar Taruna saat ditemui di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Tak hanya dari tumbuhan, Taruna menjelaskan kekayaan bahan baku kosmetik Indonesia juga berasal dari sektor fauna. Keanekaragaman hayati, baik dari laut, darat, hingga pegunungan, dinilai membuka peluang pengembangan bahan kosmetik yang sangat luas.

Menurut dia, potensi tersebut diperkuat oleh melimpahnya sumber daya alam lain seperti air dan mineral yang juga kerap digunakan dalam produk kecantikan.

"Kosmetik bisa berasal dari berbagai sumber, termasuk air, tanah, hingga bahan mineral yang kita miliki," jelasnya.

Dengan kombinasi kekayaan alam tersebut, Taruna optimistis Indonesia mampu memenuhi kebutuhan bahan baku kosmetik global sekaligus meningkatkan daya saing industri dalam negeri.

Menariknya, dia juga menyoroti perubahan tren penggunaan kosmetik yang kini semakin luas. Produk kecantikan tidak lagi identik dengan perempuan dewasa, tetapi telah menjadi kebutuhan semua kalangan, mulai dari bayi hingga pria.

"Sekarang kosmetik itu kebutuhan semua orang. Bayi butuh sabun yang aman, pria juga pakai kosmetik seperti krim," katanya.

Perubahan ini dinilai menjadi peluang tambahan bagi industri kosmetik nasional untuk terus berkembang, seiring meningkatnya permintaan dari berbagai segmen pasar.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut