Buka Rakernis Baintelkam, Kapolri Kutip Teori Sun Tzu Kenali Kemampuan Organisasi dan Lingkungan
JAKARTA, iNews.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam) Polri, Rabu (17/3/2021). Kegiatan dilaksanakan sesuai dengan standar protokol kesehatan pencegahan penularan virus corona (Covid-19).
Rakernis Banitelkam 2021 mengusung tema, Intelijen Keamanan Polri Siap Mewujudkan Transformasi Polri yang Presisi Guna Mendukung Peningkatan Kerja Pemeliharaan Kamtibmas Dalam Rangka Menjaga Keamanan Dalam Negeri.
Dalam arahannya, dia menekankan pentingnya peran dari jajaran Baintelkam Polri dalam mengimplementasikan gagasan Polri presisi atau prediktif, responsibilitas dan transparansi berkeadilan.
"Dalam presisi dimulai dari prediktif terutama di fungsi intelijen di kemampuan yang memprediksi kegiatan yang akan datang, menganalisa dan difungsikan ke fungsi lain," ujar Listyo di hadapan peserta Rakernis Baintelkam Polri.
Kapolri Minta 4 Kapolda Baru Waspadai Varian Covid-19 B117
Dia menuturkan, memiliki kemampuan prediktif di setiap kegiatan akan sangat membantu untuk unit lainnya menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
"Mengambil teori Sun Tzu di The Art of War, harus mampu mengenali kemampuan organisasi serta lingkungan strategi menjawab tantangan ke depan," tuturnya.
Menurutnya, intelijen keamanan dalam negeri harus tahu perkembangan lingkungan strategi global, regional dan nasional yang berimplikasi terhadap keamanan dalam negeri.
Dia mencotohkan, ketika pelaksanaan Pilkada Amerika Serikat yang berimplikasi di Timur Tengah dah berdampak ke Indonesia. "Perang dagang Amerika dengan China mempengaruhi perekonomian dan politik di dalam negeri," ucapnya.
Editor: Kurnia Illahi