Bunuh Bos Toko Sembako di Bekasi, Pelaku Pukul Kepala Korban Berkali-kali
JAKARTA, iNews.id - Polisi menyampaikan fakta terbaru kasus pembunuhan bos toko sembako berinisial ALS yang dihabisi karyawannya sendiri berinisial AS di Pondok Gede, Kota Bekasi. Polisi menyebut, pelaku memukul wajah korban berkali-kali.
“Memukul dengan menggunakan tangan kiri ke arah pipi kanan sebanyak dua kali, kemudian memukul dengan menggunakan tangan kanan ke arah pipi kiri sebanyak dua kali,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra, Selasa (3/6/2025).
Pelaku juga memukul dada dan wajah korban hingga terjatuh. Kemudian, pelaku melemparkan kardus yang berisi air mineral ke arah tubuh korban.
“Akibat lemparan tersebut, korban terjatuh dan ketika korban terbangun dengan memegang kepalanya dan berusaha untuk menjauh dari tersangka, kemudian tersangka kembali mengambil kardus yang berisi air mineral dan melemparkannya kembali ke arah kepala korban sebanyak dua kali hingga korban jatuh di kamar mandi,” ujar dia.
AS terus melempari korban dengan kardus air mineral berkali-kali. Akibatnya, korban terjatuh dan kepalanya terbentur kloset hingga meninggal dunia di lokasi.
Peristiwa itu diketahui terjadi pada Jumat (30/5/2025) lalu. Sementara itu, pelaku ditangkap pada Minggu (1/6/2025) di salah satu hotel di wilayah Tangerang Selatan.
Sebelumnya, warga Pondok Gede, Kota Bekasi, digegerkan dengan penemuan mayat pemilik toko sembako di tempat usahanya di Jalan Raya Jatimakmur, Sabtu (31/5/2025). Korban yang kerap disapa Koh Alex itu menjadi korban pembunuhan.
Penemuan mayat pertama kali terjadi saat istri korban mencoba menghubungi Koh Alex, tetapi panggilan tak direspons. Merasa curiga, sang istri mendatangi toko langsung.
"Istrinya datang ke sini barulah ketahuan itu," ujar Mamat, warga sekitar yang berada di lokasi kejadian.
Menurut Mamat, korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di dalam kamar mandi toko. Yang mengerikan, jenazah ditemukan dalam keadaan bersimbah darah dan ditutupi kardus.
"Ada bercak darahnya. Itu diuruk-uruk (ditutupi) kardus di kamar mandi," kata Mamat.
Editor: Reza Fajri