Bupati dan Wakil Bogor Beda Pendapat soal Kanalisasi 2-1 di Puncak, Ini Kata DPRD
BOGOR, iNews.id - Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto angkat bicara terkait perbedaan pendapat Bupati Ade Yasin dan Wakil Iwan Setiawan. Perbedaan pendapat terjadi usai uji coba sistem kanalisasi 2-1 di Jalur Puncak, pada Sabtu, 27 Oktober 2019.
Politikus Partai Gerindra ini menyayangkan perbedaan pendapat bupati dan wakil bupati. Dia berharap keduanya dapat menyelesaikan perbedaan pendapat tersebut.
"Jangan Panglima ke kanan, Wakil Panglima ke kiri. Kalau berantem semua berantakan nanti," ujar Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto, Kamis (31/10/2019).
Menurut Rudy, berbeda pendapat merupakan hal yang wajar. Dia mengapresiasi Bupati Ade Yasin yang mencoba memecah kemacetan Jalur Puncak dengan sistem kanalisasi 2-1.
Apalagi sejak 32 tahun, dia menuturkan, tidak ada terobosan baru dari pemerintah untuk menangani kemacetan di Jalur Puncak, selain mengandalkan sistem buka tutup.
"Jadi kalau Pemerintah Kabupaten Bogor sudah berniat baik bertujuan baik mencari solusi terbaik untuk masyarakat, kita harus apresiasi, jangan anggap salah kemudian menyoraki," ujarnya.
Seperti diketahui, Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan berbeda pandangan mengenai uji coba sistem kanalisasi 2-1 di Jalur Puncak. Menurut dia sistem 2-1 dapat menimbulkan kemacetan lebih parah, ketimbang sistem satu arah (one way).
"Saya khawatirkan, antara orang menyeberang, masuk gang, dan angkot. Itu yang masalah," kata Iwan.
Sedangkan Bupati Bogor, Jawa Barat, Ade Yasin membeberkan beberapa catatan setelah melakukan pemantauan secara langsung uji coba sistem kanalisasi 2-1 Jalur Puncak, Kabupaten Bogor yang dilakukan, Minggu, 27 Oktober 2019 sebagai pengganti sistem buka tutup atau satu arah.
"Ada beberapa catatan selama pemantauan berlangsung. Insya Allah beberapa catatan-catatan ini akan segera dicarikan solusinya bersama," ujar politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.
Editor: Djibril Muhammad