Cahaya Hati Indonesia, Wamenhaj: Bencana Harus Jadi Refleksi Bangsa
JAKARTA, iNews.id - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan bencana alam yang menimpa Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sebagai refleksi bangsa.
Hal ini disampaikan Dahnil dalam acara Cahaya Hati Cahaya Indonesia bertema “Doa Bangsa untuk Sumatra” yang digelar iNews Media Group di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat yang disiarkan di iNews TV, Rabu (31/12/2025) malam.
“Alhamdulillah pada malam hari ini kita bisa berkumpul bersama melakukan refleksi, melakukan doa bersama untuk saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan juga di Sumatera Barat maupun daerah-daerah lain di Indonesia,” ujar Dahnil.
Dahnil menegaskan, Indonesia sebagai negara besar tidak bisa dilepaskan dari potensi bencana alam, terutama jika manusia gagal mengelola alam dengan bijak.
“Indonesia adalah negeri yang tidak bisa lepas dari bencana alam maupun bencana-bencana lain yang mungkin saja terjadi apabila kita tidak mengelola alam dengan baik. Kita tidak menjadi khalifah dengan baik di muka bumi terutama di Indonesia ini,” ucapnya.
Dalam suasana duka akibat bencana, Wamenhaj menekankan pentingnya merawat nilai dasar keindonesiaan, yakni gotong royong, sebagaimana dicontohkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Ada satu sikap yang perlu kita rawat bersama-sama. Dan ini juga ditunjukkan oleh pemimpin kita, Presiden kita, Bapak Prabowo Subianto. Sikap itu adalah sikap ajakan untuk bersama-sama terus merawat nilai-nilai dasar keindonesiaan kita, yaitu gotong royong,” katanya.
Menurutnya, gotong royong dan persatuan merupakan sikap yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi bencana yang tengah dialami masyarakat di Sumatra.
“Sikap gotong royong, sikap bersatu dan mempersatukan, itu adalah sikap yang sangat kita butuhkan belakangan hari ini untuk menghadapi semua bencana yang sedang dihadapi dan sekarang dialami oleh saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ujar Dahnil.
Dia juga menyoroti pentingnya menumbuhkan nilai rahmah, kasih sayang, dan ukhuwah sebagai fondasi persatuan dalam Islam.
“Dalam Islam, sikap gotong royong, persatuan itu bisa kita pupuk melalui sikap rahmah, kasih sayang, dan ini menghadirkan ukhuwah,” katanya.
Lebih lanjut, Dahnil mengingatkan bahwa situasi bencana bukan momentum untuk saling menyalahkan, melainkan saat yang tepat untuk menumbuhkan simpati dan empati.
“Hari-hari ini yang perlu kita lakukan bukan menyalahkan satu pihak kemudian membenarkan pihak lain. Menyalahkan pihak tertentu kemudian memenangkan pihak tertentu. Itu bukan momentumnya hari ini,” tuturnya.
Menurutnya, simpati dan empati harus diwujudkan dalam doa dan tindakan nyata untuk membantu sesama.
“Kemudian kita melakukan satu tindakan kecil yang mungkin bisa kita lakukan yaitu membantu. Bagi yang punya kelebihan harta, bantulah dengan hartanya,” ujarnya.
Dahnil menegaskan, semangat saling tolong-menolong atau ta’awun merupakan fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Ini waktunya bergandengan tangan, membangun ukhuwah, membangun simpati, membangun empati, tadi dasarnya adalah ta'awun, saling tolong-menolong,” kata Dahnil.
Menutup pernyataannya, Wamenhaj berharap doa bersama yang dipanjatkan dapat meringankan beban para korban bencana dan memperkuat persatuan bangsa.
“Mudah-mudahan doa kita pada hari ini menembus langit dan didengarkan oleh Allah SWT,” ujarnya.
Editor: Aditya Pratama