Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menhut Moratorium Penebangan dan Pengangkutan Kayu Imbas Banjir dan Longsor Sumatra
Advertisement . Scroll to see content

Cak Imin Prediksi Kemiskinan Nasional Naik 0,49% Imbas Bencana Sumatra  

Kamis, 15 Januari 2026 - 17:41:00 WIB
Cak Imin Prediksi Kemiskinan Nasional Naik 0,49% Imbas Bencana Sumatra  
Cak Imin mengaku memprediksi angka kemiskinan naik 0,49 persen imbas bencana Sumatra. (Foto: iNews.id/Felldy)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) memprediksi angka kemiskinan nasional akan naik akibat bencana di Sumatra. Kontribusi bencana Sumatra bisa meningkatkan jumlah kemiskinan nasional hingga 0,49 persen.

"Jumlah angka kemiskinan akan semakin meningkat. Kontribusi bencana Sumatra kepada kemiskinan di tingkat nasional 0,49 persen diperkirakan. Kemiskinan ekstrem akan meningkat 0,20 persen," ucap Cak Imin dalam rapat koordinasi di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Kamis (15/1/2026).

Cak Imin menyebut konsolidasi soal data tersebut harus segera ditindaklanjuti melalui dua langkah utama. Pertama, pemerintah perlu segera menangani kemiskinan baru yang muncul di wilayah Sumatra akibat bencana.

"Aspek yang pertama, segera menangani kemiskinan baru di Sumatra, yang kedua, yang agak mengkhawatirkan adalah turun secara drastis jumlah kelas menengah," tutur dia.

Dalam kesempatan itu, Cak Imin menyampaikan, bahwa terjadi penurunan signifikan kelas menengah secara nasional. Maka dari itu dia berharap, konsolidasi data secara tepat sasaran bisa menjadi acuan untuk melakukan penanganan dini.

"Dan ini juga secara signifikan seperti data nasional, angka kemiskinan kita memang menurun tetapi jumlah angka kelas menengah kita juga amat sangat menurun secara dramatik," ujar dia.

Di sisi lain, ia juga menyampaikan bencana ini, juga memberhentikan secara otomatis menghentikan kegiatan ekonomi warga. Dia berharap anggaran pasca bencana ini juga difokuskan pada pemulihan aset ekonomi warga.

"Memperbanyak uang beredar, intervensi berbasis kebutuhan masyarakat lokal atau partisipatif, bukan hanya objek bantuan. Kedua, cash for work, yaitu program padat karya tunai harus menjadi inti dari seluruh bantuan pemerintah pusat," kata Cak Imin.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut