Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tegang! Pemanjat Tebing Taklukkan Gedung Taipei 101 Setinggi 500 Meter Tanpa Tali Pengaman
Advertisement . Scroll to see content

Cara Taiwan Karantina Warga saat Corona: Wajibkan Masker dan Atur Jarak

Sabtu, 04 April 2020 - 09:35:00 WIB
Cara Taiwan Karantina Warga saat Corona: Wajibkan Masker dan Atur Jarak
Suasana di Distrik Zhongli Taiwan (Foto: Egha)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Debora Egha (28) merupakan salah satu mahasiswa Indonesia yang tinggal di Distrik Zhongli, Kota Taoyuan, Taiwan. Egha mengatakan sejak pertama kali terjadi laporan menganai penyebaran virus Corona atau Covid-19, pemerintah Taiwan bertindak cepat.

Dia mengatakan pemerintah Taiwan langsung mengecek semua warga dan pendatang sejak akhir Januari 2020. Semuanya diminta mengisi data serta riwayat perjalanan diri.

"Dari awal ada Corona, pemerintah langsung monitor semua warga yang dari Wuhan dan China. Kalau ada yang positif Corona langsung dikarantina," kata Egha saat berbincang dengan iNews.id, Jumat (3/4/2020) malam.

Restoran di Taiwan gunakan sekat kaca (Foto: Egha)
Restoran di Taiwan gunakan sekat kaca (Foto: Egha)

Egha mengatakan warga harus membeli masker dari apotek dari pemerintah. Satu orang dibatasi tiga masker dalam seminggu.

"Kami nggak boleh dari toko-toko atau tempat ilegal, "katanya.

Pemerintah Taiwan mewajibkan semua warganya yang akan keluar rumah untuk menggunakan masker. Warga masih bisa membeli kebutuhan pokok seperti makanan dan obat.

"Warung-warung makan masih buka, "ucapnya.

Di antara kota-kota lainnya, Taipe merupakan wilayah yang paling rawan. Egha mengatakan banyak kasus yang berasal dari Taipei.

"Di kampus, biasanya kalau ada kasus itu dari anak Taipei, "katanya.

Garis penanda jarak aman di lift (Foto: Egha)
Garis penanda jarak aman di lift (Foto: Egha)

 

Taiwan juga sangat ketat jika ada pasien positif Corona. Orang-orang yang pernah melakukan interakso langsung diisolasi selama 14 hari.

Namun mulai akhir Maret, menurut Egha, suasana sudah berangsur normal. Warga sudah bisa keluar rumah tapi tetap wajib menggunakan masker.

Restoran sudah dibuka, namun bioskop dan tempat ibadah belum beroperasi. Warga bisa makan di restoran dengan syarat yang ketat.

"Satu ruangan besar hanya boleh 100, atur jarak satu meter. Tiap meja sekarang ada pembatas kacanya," ucap Egha.

Egha yang berasal dari Pati, Jawa Tengah ini juga tidak bisa mudik ke rumah. Dia mengaku takut karena perkembangan kasus Corona di Indonesia.

" Kalau lihat sekarang juga takut, kayaknya nanti perpanjang visa," ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengatakan, secara total pemerintah akan menghabiskan 1,05 triliun dolar baru Taiwan (setara Rp578,4 triliun), termasuk untuk kebijakan paket ekonomi putaran kedua. Pemerintah setempat juga menyatakan bakal menyumbangkan 10 juta makser ke negara-negara yang paling membutuhkan.

Dilansir The Straits Times, Taiwan per Rabu (1/4/2020) melaporkan 322 kasus positif infeksi virus corona, termasuk lima di antaranya meninggal dunia.

Editor: Muhammad Fida Ul Haq

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut