Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa M6,2 Guncang Prefektur Shimane Jepang
Advertisement . Scroll to see content

Cari Warga Terisolasi akibat Gempa Cianjur, Polri Kerahkan Drone

Minggu, 27 November 2022 - 10:32:00 WIB
Cari Warga Terisolasi akibat Gempa Cianjur, Polri Kerahkan Drone
Polri mengerahkan drone untuk menyisir pelosok Cianjur, Jawa Barat mencari kemungkinan lokasi pengungsian warga yang daerahnya terisolasi akibat gempa M5,6. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Polri turut menyisir pelosok Cianjur, Jawa Barat untuk mencari kemungkinan lokasi pengungsian warga yang daerahnya terisolasi akibat gempa M5,6. Pencarian pun menggunakan drone dengan mengerahkan Tim Drone Bidang TIK Korps Brimob.

Koordinator Tim SAR Vertical Rescue Satlat Korps Brimob Kombes Pol Rantau Isnur Eka menjelaskan tim kecil itu juga dilengkapi dengan helikopter.

"Tim drone Brimob tersebut juga telah membawa perlengkapan drone untuk mencari kemungkinan adanya shelter-shelter warga,” kata Kombes Pol Rantau Isnur Eka, Minggu (27/11/2022).

Rantau menjelaskan tim khusus itu dibekali sejumlah drone atau pesawat tanpa awak yang digunakan untuk mencari serta mendeteksi kemungkinan lokasi pengungsian warga yang belum bisa ditembus kendaraan roda dua dan roda empat. Apabila tim drone menemukan lokasi pengungsian warga, mereka langsung melaporkan ke posko Brimob atau Posko Induk Polda Jawa Barat yang ada di Cianjur untuk ditindaklanjuti seperti mendistribusikan bantuan atau menolong warga yang membutuhkan evakuasi.

Rantau optimistis tim tersebut bisa memberikan berbagai informasi yang akurat dalam proses pencarian. Dia mengingatkan penggunaan helikopter dan drone bisa lebih efektif dan efisien dalam mencari lokasi pengungsian warga.

Berdasarkan hasil pencarian yang dilakukan, Tim SAR Satlat Brimob menerima informasi dari 37 lokasi terisolasi hingga hari ini tersisa tiga lokasi, yaitu Kampung Kadu Gede, Pasir Manggu, dan Pasar Tunagan.

Menurut dia, tim drone tersebut bakal terus mencari lokasi pengungsian warga terisolasi selama satu minggu ke depan yang difasilitasi oleh Polairud. Hal ini sesuai dengan instruksi pemerintah yakni masa penanggulangan bencana berlangsung selama 30 hari.

“Kami sudah membawa bekal untuk enam hari perjalanan," ujarnya.

Selain itu, pencarian informasi terkait desa terisolasi tersebut juga dilakukan dengan mengumpulkan informasi lisan yang disampaikan warga setempat maupun informasi yang beredar di media massa dan media sosial.

"Nah, nanti media itu bakal kami saring lagi semua informasinya," kata Rantau.

Editor: Rizal Bomantama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut