Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Yoghurt Belum Tentu Sehat! Menkes Budi Ungkap Fakta Mengejutkan
Advertisement . Scroll to see content

Catat! Menkes Budi Ingatkan Bahaya Saus Kemasan, Ini Alasannya

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:55:00 WIB
Catat! Menkes Budi Ingatkan Bahaya Saus Kemasan, Ini Alasannya
Menkes Budi Gunadi Sadikin ingatkan jangan makan saus berlebihan. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.idMenteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat agar tidak berlebihan mengonsumsi saus sachet. Menurutnya, kandungan natrium yang tinggi dalam saus sachet dapat meningkatkan risiko hipertensi jika dikonsumsi secara berlebihan.

Peringatan itu disampaikan Menkes Budi melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya. Dia menegaskan bahwa dirinya tidak melarang masyarakat mengonsumsi ayam goreng siap saji, tetapi mengajak lebih bijak dalam menggunakan saus sebagai pelengkap makanan.

"Buat kalian yang suka makan fried chicken siap saji, siapa yang selalu nambahin saus demikian banyaknya? Bukan, bukan, bukan. Saya tidak pernah bilang tidak boleh makan ayamnya, ya. Tapi yang saya bilang berhati-hati adalah saus," kata Budi, dikutip Jumat (10/7/2026).

Menkes Budi menjelaskan, satu bungkus saus sachet diperkirakan mengandung sekitar 100 miligram natrium. Namun, menurut pengamatannya, banyak orang menghabiskan beberapa sachet saus hanya untuk satu porsi ayam goreng.

"Satu sachet seperti ini mengandung 100 miligram natrium. Biasanya kalau saya lihat orang-orang makan satu potong ayam seperti ini, sachet-nya tiga biji. Saya baru tahu nih. Total sachet-nya saja sudah 600 miligram," ujarnya.

Tak hanya dari saus, Menkes Budi mengingatkan bahwa ayam goreng siap saji juga sudah mengandung natrium dalam jumlah yang cukup tinggi. Jika keduanya dikonsumsi bersamaan, total asupan natrium dapat melampaui batas aman harian.

"Dua ayam ini (natriumnya) masing-masing 1.000, jadi 2.000 miligram. Ini total berapa? 2.600 miligram. Batas WHO itu 2.000 miligram per hari. Selamat, kalian semua OTW hipertensi," ucapnya.

Sebagai informasi, Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan konsumsi natrium maksimal 2.000 miligram per hari atau setara dengan sekitar 5 gram garam. Konsumsi natrium yang berlebihan dalam jangka panjang diketahui dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, hingga stroke.

Karena itu, Menkes Budi mengimbau masyarakat yang gemar mengonsumsi makanan tinggi garam untuk rutin memeriksa kondisi kesehatannya. Dia mengajak masyarakat memanfaatkan program cek kesehatan gratis di Puskesmas sebagai langkah deteksi dini hipertensi.

"Jadi, kalau kalian punya hobi makan seperti ini, sudah cepat-cepat ke Puskesmas, ikuti itu cek kesehatan gratis, untuk apa? Untuk mengecek hipertensinya," katanya.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut