Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : TNI Siap Kirim Tiga Brigade Komposit Pasukan Perdamaian ke Gaza, Dipimpin Jenderal Bintang Tiga
Advertisement . Scroll to see content

Cegah Varian Mu, Panglima TNI Siagakan Pos Perbatasan Antisipasi WNA

Selasa, 14 September 2021 - 17:36:00 WIB
Cegah Varian Mu, Panglima TNI Siagakan Pos Perbatasan Antisipasi WNA
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyiagakan pos-pos pengamanan perbatasan untuk mengantisipasi WNA dan WNI. (Foto dok Puspen TNI).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memimpin Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 dan Vaksinasi dengan tiga Kepala Staf Angkatan, para Pejabat Utama di masing-masing satuan, Selasa (14/9/2021). Rapat digelar melalui video conference, bertempat di Subden Mabes TNI Jalan Mereka Barat, Jakarta Pusat.

Dalam pengarahannya Hadi menyampaikan bahwa saat ini TNI menyiagakan pos-pos pengamanan perbatasan untuk mengantisipasi WNA dan WNI. Khususnya pekerja migran Indonesia dari luar negeri yang berpotensi membawa masuknya varian baru Covid-19 (Mu) ke wilayah Indonesia.

"Kita semua mendengar ada varian baru Covid-19 (Mu) yang saat ini harus kita antisipasi, berupaya memitigasi supaya varian baru tidak masuk ke Indonesia. kita harus mencegah varian baru yang berbahaya ini masuk ke Indonesia, karena dikhawatirkan akan mempengaruhi efektivitas vaksin,” kata Hadi dalam keterangan pers, Selasa (14/9).

Dia menjelaskan, di tengah kondisi keterbatasan dan kerawanan penularan harus tetap berupaya untuk melaksanakan tugas dengan optimal. Menurut Hadi dalam penanganan pandemi Covid-19 membutuhkan langkah secara komprehensif dan tentunya melibatkan semua pihak.

"Saat ini Indonesia mengalami trend perbaikan terutama di wilayah Jawa dan Bali, akan tetapi kita sama sekali tidak boleh lengah dan harus terus mewaspadai untuk mengantisipasi risiko penularan yang masuk di beberapa daerah,” ungkapnya.

Panglima TNI menuturkan, saat ini positivity rate Indonesia berada di angka 3,98 persen. Menurut dia hal ini berada di bawah standar yang ditetapkan oleh WHO yakni 5 persen.

"Kita patut bersyukur namun tetap waspada dan rasio tracing kontak erat saat ini berada di posisi 1 berbanding 8 dan terus mengalami peningkatan," ungkapnya.

"Saya memberikan apresiasi yang tinggi atas kerja keras dan dedikasi kepada seluruh Kepala Staf Angkatan, Pangkotama dan jajarannya sampai kepada level prajurit yang ditugaskan langsung ke lapangan, para tenaga kesehatan serta para Babinsa, Babinpotmar dan Babinpotdirga,” imbuh dia.

Dari rasio yang tertera di beberapa wilayah, Panglima TNI menilai terdapat kendala penanganan di daerah dalam hal manajemen lapangan. Pertama yaitu kegagalan dalam manajemen lapangan, kedua kegagalan memahami data di lapangan dan ketiga permasalahan menyebabkan penanganan tidak efektif dan efisien.

"Kita memahami data epitimologi secara cermat maka kebijakan yang diambil akan tepat sasaran dan tepat pada akar permasalahan yang perlu di intervensi,” ucap dia.

Dalam menghadapi event nasional maupun internasional yaitu PON XX di Papua event 2020 dan World Super Bike di Mandalika Tahun 2021, Hadi meminta jajarannya melakukan akselerasi vaksinasi di wilayah-wilayah tersebut. 

Di samping itu, TNI bersama Polri mendapat tugas untuk menyalurkan bantuan tunai bagi PKL dan pemilik warung kecil yang terdampak pandemi Covid-19.

"Ini adalah sebuah tugas yang mulia tetapi penuh tantangan baik terkait kualitas data-data dan pelaksanaan teknis di lapangan. Oleh karena itu kesempatan yang baik ini, saya minta beberapa Pangdam untuk melaporkan secara singkat penanganan Covid-19 di wilayah kerjanya masing-masing apa permasalahan yang dihadapi termasuk solusinya,” katanya.

Editor: Faieq Hidayat

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut