Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Apa Itu Racun Cereulide yang Berpotensi Ada di Sufor?
Advertisement . Scroll to see content

CEO Nestle Minta Maaf atas Penarik Sufor di Banyak Negara

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:33:00 WIB
CEO Nestle Minta Maaf atas Penarik Sufor di Banyak Negara
CEO Nestle Philipp Navratil meminta maaf atas insiden penarikan produk susu formula bayi di beberapa negara. (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

ZURICH, iNews.id - CEO Nestle Philipp Navratil meminta maaf atas insiden penarikan produk susu formula bayi di beberapa negara terkait kandungan racun Cereulide. Baginya, kejadian ini memberikan pukulan telak bagi perusahaan. 

"Sebelum saya menjelaskan situasi ini secara lebih rinci, pertama-tama saya ingin meminta maaf dengan tulus atas kekhawatiran dan gangguan yang mungkin ditimbulkan kepada orang tua, pengasuh, dan pelanggan kami," kata Navratil, dikutip dari Reuters, Rabu (14/1/2026). 

Navratil melanjutkan, hingga saat ini belum ada kasus penyakit yang dikonfirmasi terkait dengan temuan racun Cereulide di produk bermasalah. 

Sebagai informasi, insiden penarik produk besar-besaran di banyak negara memberi tekanan besar pada Navratil yang mengemban tugas besar untuk menghidupkan kembali pertumbuhan bisnis perusahaan melalui peninjauan portofolio setelah pergolakan manajemen. 

Navratil mengatakan bahwa pada Desember 2025 perusahaan tersebut mengkonfirmasi adanya masalah kualitas di salah satu pabriknya di Belanda dan memulai penarikan produk secara preventif di beberapa negara Eropa tempat produk yang terkena dampak dijual dari pabrik tersebut.

Penarikan produk ini juga memberikan tekanan pada saham Nestle.

Sebelumnya, berbagai benua, seperti Eropa, Amerika, Afrika, dan Asia. Perusahaan asal Swiss itu melakukan recall atau penarikan produk susu formula bayi sejak Senin, 5 Januari 2026.
Awalnya recall hanya dilakukan di Eropa, namun kemudian meluas hingga menjangkau Afrika, Amerika, dan Asia. Di Indonesia, recall dilakukan secara sukarela oleh Nestle Indonesia, meski Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menilai tidak menemukan toksin cereulide di produk sufor Nestle. 

Setidaknya 37 negara telah mengeluarkan peringatan kesehatan terkait kemungkinan kontaminasi susu formula tersebut. Arab Saudi misalnya, telah mengeluarkan peringatan agar masyarakat tidak mengonsumsi susu formula bayi produk Nestle dengan merek NAN, ALFAMINO, S-26 GOLD, dan S-26 ULTIMA. 

Di Indonesia, sebagai bentuk kehati-hatian, BPOM melarang masyarakat mengonsumsi produk sufor Nestle spesifik pada merek S-26 Promil Gold pHPro 1 (formula bayi untuk usia 0–6 bulan), nomor izin edar ML 562209063696 dengan nomor bets 51530017C2 dan 51540017A1. Meski, sekali lagi, tidak ditemukan toksin cereulide di dalam produk tersebut.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut