Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Presiden Prabowo: Tahun Ini Saya Renovasi 60.000 Sekolah
Advertisement . Scroll to see content

Cerita Anak Korban Gempa Cianjur Merengek Masuk Sekolah, Orang Tua: Padahal Sekolahnya Rata

Jumat, 25 November 2022 - 11:51:00 WIB
Cerita Anak Korban Gempa Cianjur Merengek Masuk Sekolah, Orang Tua: Padahal Sekolahnya Rata
Kisah Nayah (11), anak yang selamat dari reruntuhan rumah usai gempa M5,6 Cianjur. (Foto: MPI/Bachtiar Rojab)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kisah haru datang dari seorang ibu bernama Siti Atiqah (34) dan anaknya Nayah (11). Nayah yang masih dirawat setelah gempa Cianjur tetap merengek ingin pergi sekolah

“Mama izinin atuh sekarang kan, sekolah,” ujar Nayah merengek kepada Ibunya saat ditemui di rumah sakit, Jumat (25/11/2022). 

Tingkahnya yang lugu tampak tak sebanding dengan keadaan yang diderita. Padahal, kawasan tempatnya tinggal tengah porak-poranda akibat diguncang gempa. 

“Padahal sekolahnya rata, Kang,” jawab Siti Atiqah. 

Anak perempuan yakni Siti Tarwiatunnayah atau Nayah merupakan warga asli kampung Selahuni, Desa Nagrak, Kabupaten Cianjur. Dia menjadi saksi hidup di balik kengerian gempa tersebut. 

Ibu Nayah bercerita, saat itu Nayah tengah sibuk bermain di rumah temannya. Saat ini teman-teman Nayah tertimbun dan tak bisa diselamatkan. 

“Pas gempanya, si Nayah lagi main di rumah temannya. Ibu lagi ke warung tuh saat terjadi gempa,” ucap Atiqah.

Gempa yang mengguncang membuat Atiqah lari kalang kabut mencari buah hatinya. Dia terus berlari mencari anak kesayangannya itu karena tak kunjung terlihat batang hidungnya. 

"Nayah, Nayah, di mana Nayah?" teriak Atiqah sembari diiringi pemandangan luluh lantak kala itu. 

Di tengah pencariannya, Atiqah baru sadar anak perempuannya itu tengah bermain bersama teman-temannya. Alhasil, Atiqah kembali berlari mencari anaknya. 

Tangisan haru pecah tatkala Atiqah mendengar sayup-sayup teriakan Nayah. Dari kejauhan, dia melihat sosok Nayah yang tengah menangis di pos ronda dan bergegas menghampirinya. 

“Ibu ketemu sama Nayah pas dia sudah dievakuasi di pos ronda. Nayah saat itu lagi teriak-teriak menangis kesakitan, ibu langsung peluk,” katanya.

Saat itu, Nayah berhasil ditemukan dengan bantuan dari tetangganya. Menurut kesaksian tetangganya, bocah berumur 11 tahun itu ditemukan di teras rumah temannya tengah tertimbun reruntuhan sembari memeluk temannya. 

“Pas tetangga mencari di rumah temannya, Nayah posisinya telentang, kakinya ke atas, jadi kakinya kelihatan duluan. Dia lagi pelukan sama temannya di atasnya tertimpa reruntuhan rumah,” tuturnya.

Tak mau tinggal diam, Atiqah langsung membawa Nayah ke rumah sakit mengandalkan sepeda motor. 

“Ibu ngegendong Nayah di tengah, enggak pakai sendal. Nayah lukanya parah banget, ini di bagian wajah dan badan darah semua,” ucapnya. 

“Perjalanan naik motor setengah jam. Di perjalanan juga sulit, aksesnya. Tetangga saya yang nganterin juga sambil teriak-teriak kasih jalan, kasih jalan,” tuturnya. 

Hati Atiqah yang tengah gusar makin berkecamuk tatkala Nayah berbicara kepadanya. Nayah, meminta Atiqah untuk tidak terlarut dan meneteskan air mata. 

“Pas kejadian digendong sama ibu, dia sempet ngajak ngobrol mama jangan nangis,” ujar Atiqah. 

Atiqah kaget mendengar ucapan Nayah, dia sontak memberi ucapan semangat kepada buah hatinya. 

“Nayah harus kuat, ya" kata sang ibu

"Iya, Nayah kuat" jawab Nayah.

Di sisi lain, Nayah terus bertanya terkait keberadaan ayahnya. Hal itu, dikarenakan Ayah Nayah tengah bekerja mencari sesuap nasi. 

Kendati demikian, kondisi Nayah berangsur membaik, walaupun lebam masih membekas di wajahnya, tetapi menurut ibunya, kondisi itu telah membaik dari hari kemarin.

“Alhamdulillah. Walaupun sekarang masih lebam, tapi enggak seperti kemarin-kemarin,” tutur Atiqah. 

Editor: Rizal Bomantama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut