Cerita Jemaah Haji Indonesia Berangkat ke Arafah Hari Ini, Ada yang Sudah Bersiap sejak Tengah Malam
JAKARTA, iNews.id - Jemaah haji Indonesia mulai diberangkatkan menuju Arafah. Pemberangkatan ini menjadi tanda dimulainya rangkaian ibadah menjelang puncak haji pada tanggal 9 Zulhijjah atau Selasa, 27 Juni 2023.
Persiapan keberangkatan jemaah haji ke Arafah terlihat di Hotel Al Kiswah yang terletak di Sektor 8, Makkah. Para jemaah telah mengenakan kain ihram dan siap menunggu kedatangan bus yang akan membawa mereka ke Arafah.
Sabrandi, seorang jemaah haji berusia 51 tahun dari Kloter JKG 26 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede, mengatakan bahwa semua jemaah telah siap untuk berangkat ke Arafah.
"Jadwal keberangkatan kami pukul 07.00 waktu Arab Saudi. Kami sudah siap dan sedang menunggu di lobi hotel untuk berangkat ke Arafah," ujarnya, Senin (26/6/2023).
Jemaah Haji Lansia dan Difabel Akan Dibadalkan saat Lempar Jumrah dan Tawaf Iffadah
Persiapan keberangkatan ke Arafah juga terlihat di Hotel Al Talayie di Sektor 4. Puluhan jemaah haji juga sudah bersiap-siap untuk berangkat ke Arafah menjelang puncak haji.
Syarmaini, seorang jemaah berusia 61 tahun dari kloter BTH 19 Embarkasi Batam, mengatakan bahwa ia sudah bersiap sejak pukul 02.00 dini hari. Persiapan ini dilakukan sejak dini hari karena harus antre untuk menggunakan kamar mandi dan melaksanakan salat sunah sebelum pergi ke Arafah.
"Saya sudah bersiap sejak jam 2 pagi tadi, melaksanakan salat tahajjud, mandi, dan sarapan," ucapnya.
Syarmaini menyatakan bahwa ia sudah siap untuk berangkat ke Arafah dan menjalani puncak haji. Saat ini, bersama dengan jemaah haji lainnya, mereka masih menunggu kedatangan bus yang akan membawa mereka. "Kami masih menunggu, busnya belum datang. Kami semua sudah siap," tuturnya.
Harap dicatat bahwa pemberangkatan jemaah haji ke Arafah dilakukan secara bertahap. Tahap pertama pemberangkatan dimulai dari pukul 07.00-11.00 waktu Arab Saudi (WAS). Tahap kedua berlangsung dari pukul 11.00-15.00 WAS. Sementara itu, tahap ketiga dimulai dari pukul 15.00 WAS hingga selesai.
"Jemaah haji Indonesia mulai diberangkatkan ke Arafah pada tanggal 8 Zulhijjah," ungkap Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Subhan Cholid.
Setelah berada di Arafah, jamaah haji Indonesia akan ditujukan ke maktab-maktab (tenda) yang telah disiapkan. Setiap tenda akan diisi oleh sekitar 2.900 jemaah.
Subhan menjelaskan bahwa terdapat 21 bus yang akan digunakan di setiap maktab untuk mengangkut jemaah dari hotel masing-masing menuju Arafah. Setiap bus dapat mengangkut sekitar 45 jemaah. "Insyaallah setiap maktab akan dapat diselesaikan dalam tiga setengah kali putaran penjemputan," kata Subhan.
Selanjutnya, setelah berada di Arafah, pergerakan dilanjutkan ke Muzdalifah setelah jemaah menjalani ibadah wukuf. Pada fase ini, jumlah bus yang digunakan per maktab dikurangi menjadi sembilan bus dari sebelumnya 21 bus.
Pengurangan jumlah bus tersebut bertujuan untuk mengurangi kemacetan. Proses penjemputan jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah diperkirakan akan memakan waktu tujuh hingga delapan putaran.
Kabid Perlindungan Jemaah (Linjam) PPIH Arab Saudi, Harun Al Rasyid, menyatakan bahwa petugas haji yang ditempatkan di Arafah langsung menempati sektor-sektor yang telah ditetapkan.
"Di Arafah terdapat 70 maktab yang akan dipetakan dalam 11 sektor adhoc, mulai dari sektor 1 hingga sektor 11 adhoc. Setiap sektor adhoc akan mengawasi delapan hingga sembilan maktab. Setiap maktab berisi tujuh kloter. Personel di setiap maktab berjumlah 48-50 orang dari petugas Daker Bandara dan Makkah," katanya.
Perlu diketahui, rangkaian puncak haji dimulai dari wukuf di Arafah, kemudian mabit di Muzdalifah dan Mina, serta melempar jumrah Aqobah. Termasuk dalam rangkaian tersebut adalah Tawaf Iffadah di Masjidil Haram.
Pada tahun ini, diperkirakan ada 2,5 juta jemaah haji dari berbagai negara di dunia yang akan menjalani wukuf atau berdiam diri di Arafah.
Editor: Muhammad Fida Ul Haq