Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kapolri di Depan Para Buruh: Satukan Tekad dan Barisan untuk Menyongsong Indonesia Emas 2045!
Advertisement . Scroll to see content

Cerita Jenderal Listyo Sigit Prabowo Dulu Sering Dikejar Polisi: Sekarang Malah Saya Jadi Kapolri

Sabtu, 01 Oktober 2022 - 18:18:00 WIB
Cerita Jenderal Listyo Sigit Prabowo Dulu Sering Dikejar Polisi: Sekarang Malah Saya Jadi Kapolri
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri peresmian kantor sekretariat Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila di Menteng, Jakarta Pusat pada Sabtu (1/10/2022). (Foto: MPI/Muhammad Refi Sandi)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri peresmian kantor sekretariat Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila di Menteng, Jakarta Pusat pada Sabtu (1/10/2022). Dia bercerita dahulu sering dikejar polisi sebelum dia menjadi polisi.

Dari ceritanya itu, Sigit meyakini jika seseorang dikejar-kejar karena menjaga Pancasila makan suatu saat akan dipercaya menjadi pemimpin.

"Sebelum saya jadi polisi, saya dahulu sering dikejar-kejar polisi dan sekarang malah saya jadi Kapolri. Jadi, saya yakin rekan-rekan dari Pemuda Pancasila, ketika rekan-rekan dikejar-kejar orang karena menjaga Pancasila, maka pada saatnya rekan-rekan akan menjadi pemimpin masyarakat," ujar Sigit dalam sambutannya, Sabtu (1/10/2022).

Menurutnya, semua lapisan masyarakat khususnya Pemuda Pancasila diharapkan terus menjaga dan mempertahankan Pancasila sebagaimana dimaksud dalam sila kelima. Menurutnya tujuan pembangunan nasional berupa masyarakat adil dan makmur menjadi hak dari semua masyarakat Indonesia tak terkecuali Pemuda Pancasila.

Dia berharap Pemuda Pancasila bisa menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dengan baik bersama kepolisian.

"Tujuan nasiolnal kita masyarakat adil dan makmur tentunya itu menjadi hak dari seluruh teman-teman yang ada di PP. Tapi tentunya bagaimana kita bermitra dengan baik dengan Polri untuk menjaga kamtibmas," tuturnya.

Kapolri menambahkan berbicara soal Pancasila tentu bakal berbicara tentang ideologi negara Indonesia, di mana semua lapisan masyarakat Indonesia menjadi satu karena Pancasila. Dasar itu harus dipertahankan sampai kapan pun.

"Kita boleh berangkat dari mana saja, dari tukang becak, pengusaha, menteri, dan pemimpin nasional. Tapi kalau kita sudah bicara Pancasila walaupun kita berbeda-beda tapi kita tetap satu dan satu di dalam ideologi Pancasila," katanya.

Editor: Rizal Bomantama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut