Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Satu Tahun Danantara Indonesia, Perkuat Fondasi Masa Depan Generasi Indonesia
Advertisement . Scroll to see content

Cerita Pramono Edhie Tunaikan Keinginan Prabowo Kibarkan Bendera di Puncak Everest

Minggu, 14 Juni 2020 - 14:59:00 WIB
Cerita Pramono Edhie Tunaikan Keinginan Prabowo Kibarkan Bendera di Puncak Everest
Mantan Kepala Staf Angkata Darat (KSAD) Pramono Edhie Wibowo meninggal dunia, Sabtu (13/6/2020) malam WIB (foto: Okezone)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal (Purnawirawan) Pramono Edhie Wibowo dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Kalibata, Jakarta, Minggu (14/6/2020) pukul 14.00 WIB. Pramono dimakamkan tepat di samping sang kakak Ani Yudhoyono yang meninggal pada 1 Juni 2019.

Kakak ipar Pramono Edhie, Letnan Jenderal (Letjen) (Purn) TNI Erwin Soejono menceritakan beberapa momen yang ditorehkan almarhum saat masih berdinas di Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Dia mengatakan, salah satu ide almarhum yakni mengibarkan bendera merah putih di puncak tertinggi dunia di Gunung Everest.

"Gagasan ini merupakan implementasi dari keinginan Komando Jenderal Kopassus waktu itu Mayor Jenderal TNI Prabowo Subianto agar TNI tidak kalah oleh tentara dari negara maju," ujarnya saat memberikan sambutan sebelum pemakaman.

Erwin mengatakan, Pramono Edhie Wibowo yang ketika itu berpangkat Letnan Kolonel (Letkol) memimpin langsung tim pendakian berangkat ke Nepal pada 1997. Saat itu, dia mengungkapkan, banyak yang mengatakan pendakian tersebut merupakan misi nekat karena persiapan yang sangat minim dan tidak ada pengalaman mendaki gunung salju.

"Tetapi almarhum punya tekad yang kuat, dengan misi komando pantang pulang sebelum berhasil. Lebih baik pulang nama daripada gagal di medan tugas," ujarnya.

Pada Sabtu, 26 April 1997 pukul 15.40 waktu Nepal, Erwin menuturkan, bendera merah putih berhasil dikibarkan di puncak Gunung Everest pada ketinggian 8.848 meter di atas permukaan laut (mdpl). Belum lagi dengan cuaca yang cukup ekstrem dengan suhu di bawah 0 derajat celcius.

"Peristiwa ini menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang mencapai puncak tertinggi di dunia," katanya.

Pramono Edhie Wibowo meninggal dunia karena serangan jantung, Sabtu, 13 Juni 2020 pukul 19.42 WIB. Pramono sempat menjalani perawatan selama 3 jam di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cimacan, Cianjur, Jawa Barat. Setelah 3 jam mendapat perawatan medis, Pramono Edhie sempat mengalami anfal hingga akhirnya meninggal dunia.

Editor: Djibril Muhammad

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut