Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Contoh Soal Indeks Harga dengan Jawaban, Rumus dan Caranya Lengkap!
Advertisement . Scroll to see content

Ciri-ciri Kelompok Sosial, Pengertian, Macam dan Contohnya

Minggu, 16 Oktober 2022 - 17:29:00 WIB
Ciri-ciri Kelompok Sosial, Pengertian, Macam dan Contohnya
ciri-ciri kelompok sosial (Freepik)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ciri-ciri kelompok sosial merupakan pembeda dari kelompok yang lain. Dalam materi kelompok sosial terdapat pengertian, ciri-ciri, dan macam-macamnya. Ini penjelasannya.

Definisi dan Ciri-ciri Kelompok Sosial

Melansir buku ‘Sosiologi: Memahami dan Mengkaji Masyarakat’ karya Janu Murdiyatmoko, kelompok sosial (social group) adalah pengumpulan manusia yang teratur. Proses terbentuknya kelompok ini diawali dengan adanya kelompok paling kecil, yang kemudian berkembang semakin meluas.

Ciri-ciri Kelompok Sosial dan Contohnya

  • - Adanya dorongan/keinginan yang sama pada setiap individu untuk berkelompok

Dorongan tersebut yang mendorong terciptanya kelompok, terlepas dari perbedaan motivasi dari setiap individunya.

  • - Adanya struktur yang jelas

Ciri-ciri kelompok sosial selanjutnya adalah struktur yang jelas sangat dibutuhkan guna mengatur peran dan kedudukan individu yang menjadi anggota kelompok, guna mencapai tujuan kelompok

  • - Ada norma-norma kelompok 

Norma merupakan peraturan yang disetujui oleh anggota kelompok dan bagi yang melanggarnya akan dikenakan sanksi. Bagian terbesar norma dapat kita temui dalam pepatah, kisaran, cerita rakyat, kesenian tradisional, dan lain-lain.

  • - Ada reaksi dan kecakapan yang berbeda antara individu yang satu dengan yang lain

Dalam sebuah kelompok yang terdiri dari beberapa orang merupakan hal yang wajar bila terdapat perbedaan reaksi dan kecakapan. Namun perbedaan inilah yang menjadikan kehidupan berkelompok menjadi dinamis.

Macam-macam Kelompok Sosial

- In-group dan Out-group

'Melansir buku ‘Folkways’ karya WG Summer istilah in-group memiliki arti kelompok-kelompok sosial di mana individu mengidentifikasikan dirinya. Sedangkan out-group yakni individu sebagai kelompok yang menjadi lawan in-groupnya.

Sikap dalam in-group pada umumnya didasari pada faktor simpati dan selalu mempunyai perasaan dekat dengan anggota-anggota kelompok. Kebalikan dari in-group, sikap out-group terkadang ditandai dengan antagonisme atau antipati.

- Primary group dan Secondary group

Menurut Charles Horton Cooley, primary group merupakan kelompok-kelompok yang ditandai dengan ciri-ciri kelompok sosial saling mengenal antaranggotanya. Kerja sama yang erat bersifat pribadi, dan sebagai hasilnya adalah peleburan dari individu-individu dalam satu kelompok sehingga tujuan individu menjadi tujuan kelompok.

Adapun secondary group yaitu kelompok besar yang terdiri dari banyak orang yang hubungannya tidak saling mengenal dan sifatnya tidak langgeng.

- Paguyuban (gemeinschaft) dan patembayan (gesellschaft)

Paguyuban merupakan kehidupan bersama di mana anggota-anggotanya diikat oleh kekerabatan. Contoh dari paguyuban adalah paguyuban pasundan, paguyuban banten, dan forum betawi rembug. Berikut ciri-ciri kelompok sosial pokok paguyuban:

a. Intimate, hubungan menyeluruh yang mesra sekali
b. Private, hubungan bersifat pribadi, yaitu khusus untuk beberapa orang saja
c. Exclusive, hubungan tersebut hanyalah untuk kita saja dan tidak untuk orang yang di luar kita.

Sedangkan patembayan adalah ikatan untuk jangka waktu yang pendek, bersifat formal, dan mekanis yang bisa diperumpamakan dengan sebuah mesin. Misalnya ikatan antar-pedagang serta organisasi buruh dalam suatu pabrik.

Dalam patembayan, pertentangan-pertentangan yang terjadi dapat dibatasi karena dalam patembayan terdapat public life. Artinya hubungan bersifat untuk semua orang, batas-batas antara ‘kami’ dengan ‘bukan kami’ tidak ada.

Dari dua bentuk tersebut, dapat dilihat bahwa dalam masyarakat paguyuban, hubungan kelompok primer lebih dominan. Sedangkan dalam masyarakat patembayan yang dianggap penting adalah hubungan kelompok sekunder.

- Kelompok Formal dan Informal

Kelompok formal merupakan kelompok yang sengaja dibentuk untuk melaksanakan tugas tertentu, diberi wewenang tertentu dan anggota-anggotanya ditetapkan serta diangkat oleh suatu badan atau organisasi tertentu pula. Contoh: panitia yang dibentuk untuk kegiatan tertentu.

Kelompok informal adalah kelompok yang tumbuh dari proses interaksi dan daya ikat serta kebutuhan individu yang menjadi anggotanya. Dalam kelompok ini, anggota kelompok tidak diangkat dan diberi wewenang formal melainkan lebih ditentukan dari mulut ke mulut.

Demikian ulasan mengenai ciri-ciri kelompok sosial, pengertian, serta macam-macamnya. Semoga informasi di atas bisa dimengerti ya!

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut