Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, dan Campuran
JAKARTA, iNews.id - Contoh paragraf deduktif, induktif, dan campuran yang perlu diketahui siswa. Paragraf dalam penulisan bahasa Indonesia dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu paragraf deduktif, induktif, dan campuran.
Untuk membedakannya, perlu dipahami pengertian dan contoh masing-masing jenis paragraf tersebut yang dapat ditemukan di buku-buku penulisan.
Menurut buku Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi Berbasis Pembelajaran Aktif karangan Dr. Aninditya Sri Nugraheni, paragraf adalah sekumpulan kalimat yang tersusun secara logis dan padu untuk menyampaikan satu gagasan utama.
Mengutip dari berbagai sumber, Jumat (6/10/2023), berikut pengertian dan contoh paragraf deduktif, induktif, dan campuran.
Paragraf deduktif adalah paragraf yang gagasan utamanya terletak di awal paragraf. Paragraf ini dimulai dengan pernyataan umum yang kemudian didukung oleh pernyataan khusus berupa contoh, rincian signifikan, atau bukti-bukti tertentu.
Contoh:
Setiap orang dilahirkan dan dibesarkan di dalam lingkungan keluarga. Tidak seorang pun yang tidak mengalami kehidupan di dalam keluarga. Pemeliharaan dan pembinaan seorang anak adalah perwujudan cinta kasih orang tua. Secara alamiah, orang tua mempunyai rasa cinta kepada anak. Bagaimanapun keadaannya, orang tua tetap akan memelihara dengan penuh kasih sayang terhadap anaknya.
Paragraf induktif adalah paragraf yang gagasan utamanya terletak di akhir paragraf. Paragraf ini dimulai dengan pernyataan khusus berupa contoh dan rincian, kemudian diakhiri dengan kesimpulan umum.
Contoh:
Panas atau demam yang tinggi selama beberapa hari dapat dicurigai sebagai demam berdarah. Seseorang yang menderita demam berdarah juga mengalami pendarahan dari lubang hitung atau mimisan. Selain itu, muncul bintik-bintik merah pada tubuh.
Semua gejala tersebut hendaknya diperhatikan, sehingga jika terdapat gejala-gejala tersebut, penderita bisa ditolong dan ditangani oleh dokter.
Paragraf campuran adalah paragraf yang gagasan utamanya terletak di awal dan akhir paragraf. Paragraf ini diawali dengan pernyataan umum, kemudian didukung oleh pernyataan khusus berupa contoh dan rincian, dan diakhiri dengan kesimpulan umum yang mendukung pernyataan umum di awal paragraf.
Contoh:
Siswa kelas tiga lebih giat belajar untuk menghadapi ujian dua bulan yang akan datang. Mereka sangat berkonsentrasi pada pelajaran yang diberikan oleh ibu dan bapak guru. Tampak situasi kelas mereka lebih tenang.
Ketenangan mereka bukan berarti sunyi dan sepi, tetapi suasana kelas mereka hidup, yaitu timbulnya tanya jawab tentang pelajaran yang sedang dibahas. Suasana yang hidup itu benar-benar membangkitkan semangat guru alam menyajikan materi pelajaran. Juga, suasana yang hidup itu menimbulkan kesungguhan para siswa dalam belajar.
Suasana giat belajar itu dilakukan dan diciptakan siswa kelas tiga dalam menghadapi ujian yang menuju ke ambang pintu.
Dengan memahami contoh paragraf deduktif, induktif, dan campuran, pembaca dapat meningkatkan kemampuan menulisnya.
Editor: Komaruddin Bagja