Crane Jatuh Tewaskan 4 Pekerja, Hutama Karya Minta Maaf

Felldy Utama ยท Minggu, 04 Februari 2018 - 14:27 WIB
Crane Jatuh Tewaskan 4 Pekerja, Hutama Karya Minta Maaf

Crane yang roboh di pengangkut beton proyek Double Double Track (DDT) di Jalan Matraman Raya, Jatinegara, Jakarta Timur, ambruk, Minggu (4/2/2018). (Foto: iNews/Rio Manik)

JAKARTA, iNews.id - PT Hutama Karya (Persero) meminta maaf atas tragedi ambruknya crane pengangkut beton proyek Double Double Track (DDT) di Jalan Matraman Raya, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (4/2/2018). Perusahaan pelat merah ini juga berjanji menggelar investigasi atas peristiwa yang menelan empat korban jiwa tersebut.

Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Adjib Al Hakim menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas kejadian tersebut. "Kami minta maaf. Kami pastikan keluarga korban mendapatkan segala kompensasi dan santunan yang sudah menjadi haknya," kata Adjib melalui keterangan tertulis, Minggu (4/2/2018).

Adjib menjelaskan, atas kejadian ini pihaknya telah dan terus bekerja sama dengan kepolisian yaitu dengan membuat radius 300 meter di lokasi sebagai batas aman. "Hal itu untuk memastikan semua peralatan dalam kondisi stabil dalam rangka memastikan keamanan bagi masyarakat sekitar lokasi pascakejadian," kata dia.

Crane pengangkut beton proyek DDT di Jalan Matraman Raya, Jatinegara, ambruk, Minggu pagi. Akibatnya, empat orang pekerja tewas sementara sejumlah pekerja lainnya mengalami luka-luka. Korban tewas, yakni Jainuddin (40) warga Karawang, Dami Prasetyo (25) warga Purworejo, Jana Sutisna (44) asal Bandung, dan Joni (35) yang belum diketahui pasti identitasnya.

Adjib mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak berada di dekat lokasi, supaya proses penanganan berjalan dengan lancar, aman, dan nyaman bagi semuanya. Dia pun menegaskan bahwa Hutama Karya siap bekerja sama dengan Komite Keselamatan Konstruksi (KKK) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumah Rakya (PUPR) untuk melakukan investigasi lebih lanjut.

Sementara itu Kepala Instalasi Forensik RS Polri dr Kombes Pol Eddy Purnomo mengatakan, jenazah korban telah dibawa ke rumah sakit polri untuk diautopsi. Dia menerangkan, dalam insiden tersebut dua korban meninggal di tempat, dua lainnya meninggal dalam perawatan medis di RS Premiere Jatinegara dan RS Hermina.

”Saat ini keempat jenazah masih dilakukan proses autopsi. Jenazah akan dikembalikan kepada keluarga korban setelah pemeriksaan. Nanti keluarga membawa KK dan surat pengambilan jenazah dari Polsek Jatinegara,” kata dia.


Editor : Zen Teguh