Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Saat Prabowo Kagum Anak Driver Ojol Bisa Orasi Pakai Bahasa Asing: Luar Biasa!
Advertisement . Scroll to see content

Dampingi Prabowo, AHY: Proyek RDMP Komitmen Pemerintah Bangun Kemandirian Energi

Selasa, 13 Januari 2026 - 10:47:00 WIB
Dampingi Prabowo, AHY: Proyek RDMP Komitmen Pemerintah Bangun Kemandirian Energi
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendampingi Presiden Prabowo Subianto saat peresmian proyek RDMP Balikpapan (dok. Kemenko Infrastruktur)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan, infrastruktur energi Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) menjadi tonggak penting transformasi sektor energi nasional sekaligus penguatan kemandirian energi. Penegasan itu disampaikan AHY saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto meresmikan RDMP Balikpapan, Senin (12/1/2026).

AHY menyampaikan, RDMP merupakan salah satu proyek strategis nasional yang sejalan dengan visi pembangunan jangka panjang Indonesia, terutama dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian energi.

“Proyek RDMP Balikpapan adalah wujud nyata komitmen pemerintah dalam membangun kemandirian energi nasional, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, sekaligus menghadirkan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan bagi masyarakat,” ujar Menko AHY.

RDMP Balikpapan dikelola PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) melalui PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) dengan nilai investasi mencapai USD 7,4 miliar atau sekitar Rp123 triliun. Proyek ini merupakan modernisasi kilang terbesar di Indonesia dan salah satu yang paling strategis di Asia Tenggara.

Melalui proyek RDMP, kapasitas pengolahan kilang meningkat dari 260.000 barel per hari menjadi 360.000 barel per hari. Selain itu, kualitas produk bahan bakar minyak (BBM) juga meningkat dari standar Euro 2 menjadi Euro 5 yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

AHY menambahkan, RDMP Balikpapan memiliki peran strategis dalam mendukung agenda hilirisasi dan industrialisasi nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Pemerintah. Proyek ini juga meningkatkan produksi LPG dari 48.000 ton per tahun menjadi 384.000 ton per tahun, sehingga berpotensi mengurangi impor LPG sekitar 4,9 persen.

“Kilang ini dirancang dengan kompleksitas yang lebih tinggi sehingga mampu menghasilkan beragam produk bernilai tambah, seperti LPG, gasoline, hingga bahan baku petrokimia. Ini penting untuk mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat industri dalam negeri,” ujar AHY.

Selain dampak pada sektor energi, RDMP Balikpapan mencatat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 35 persen serta menyerap lebih dari 24.000 tenaga kerja selama masa konstruksi. Hal tersebut dinilai memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat dan daerah.

AHY menegaskan, pemerintah berkomitmen untuk terus mempercepat pembangunan infrastruktur strategis yang inklusif dan berkelanjutan.

“Pemerintah akan terus memastikan setiap proyek infrastruktur strategis tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi rakyat, memperkuat daya saing bangsa, dan menjadi fondasi menuju Indonesia Emas 2045,” kata AHY.

Sementara itu, dalam pidatonya Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mengembangkan energi terbarukan, khususnya melalui pemanfaatan energi air dan tenaga surya. Pengembangan panel surya yang terintegrasi dengan sistem kelistrikan nasional diarahkan untuk mewujudkan kemandirian energi agar Indonesia tidak lagi bergantung pada impor energi.

“Saudara-saudara, ke depan kita juga akan mengembangkan tenaga surya dengan panel-panel yang terintegrasi ke sistem kelistrikan, sehingga kita sungguh-sungguh dapat menghasilkan energi kita sendiri. Tidak perlu kita impor energi dari luar. Ini sasaran kita,” ujar Prabowo.

Peresmian RDMP Balikpapan tersebut turut dihadiri Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri. Hadir pula Menteri Luar Negeri Sugiono, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, serta jajaran terkait lainnya.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut