Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Danantara Ungkap 52 Persen BUMN Masih Rugi, Hanya 15 Perusahaan Beri Dividen
Advertisement . Scroll to see content

Danantara bakal Gandeng Swasta Kelola Aset BUMN Mulai 2027

Selasa, 06 Oktober 2026 - 08:27:00 WIB
Danantara bakal Gandeng Swasta Kelola Aset BUMN Mulai 2027
Danantara bakal gandeng swasta untuk kelola aset BUMN. (Dok. Danantara)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Danantara akan mendorong optimalisasi aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mulai 2027 sekaligus membuka ruang kerja sama yang lebih luas dengan sektor swasta. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan efisiensi perusahaan pelat merah.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani mengatakan optimalisasi aset akan menjadi tahap lanjutan dari program streamlining BUMN yang masih berjalan. Pemerintah juga akan mengevaluasi berbagai aset BUMN untuk menentukan pola pengelolaan yang paling optimal.

“Next step-nya bagaimana kita mengoptimalisasi aset-aset BUMN, kemudian juga meningkatkan produktivitas, meningkatkan efisiensi, termasuk juga kita membuka kerja sama yang lebih luas kepada private sector, kepada dunia usaha,” ujar Rosan saat ditemui di Istana Negara, Senin (5/10/2026).

Rosan menegaskan pemerintah membuka peluang bagi swasta untuk terlibat dalam pengelolaan aset atau usaha BUMN selama sektor tersebut bukan bagian dari sektor strategis dan dapat dijalankan lebih baik oleh dunia usaha.

“Kalau memang yang sudah bagus, sudah bisa dikerjakan oleh private sector, ya silakan, kita dukung,” katanya.

Menurut Rosan, optimalisasi diperlukan karena BUMN memiliki aset dalam jumlah besar. Namun, nilai aset tersebut belum sepenuhnya tercermin dari kemampuan menghasilkan arus kas maupun pendapatan.

“Aset-aset BUMN juga sangat banyak. In terms of aset kita besar, tapi in terms of cash flow-nya, pendapatannya mungkin berbanding asetnya masih sangat kecil,” ujar Rosan.

Untuk menentukan langkah selanjutnya, pemerintah akan menganalisis berbagai aset BUMN. Evaluasi mencakup sejumlah sektor, mulai dari jalan tol, bandara, pelabuhan hingga minyak dan gas.

“Kita akan analisa semua, apakah itu di jalan tol, di airport, oil and gas, bandara, pelabuhan, nanti kita analisa semua,” tuturnya.

Rosan mengatakan optimalisasi aset akan dijalankan dengan perencanaan yang baik, terukur dan terstruktur. Selain mendorong peningkatan kinerja BUMN, langkah tersebut ditargetkan menghasilkan yield atau imbal hasil yang lebih baik.

Optimalisasi aset juga menjadi kelanjutan program streamlining BUMN yang dilakukan pemerintah untuk menyederhanakan jumlah dan struktur perusahaan pelat merah.

Menurut Rosan, streamlining tidak sebatas mengurangi jumlah entitas BUMN. Pemerintah juga menggabungkan perusahaan yang memiliki bidang usaha sejenis agar pengelolaannya lebih efisien.

Salah satu contohnya dilakukan Danantara terhadap enam perusahaan asset management yang sebelumnya dimiliki masing-masing perbankan BUMN. Keenam perusahaan tersebut kemudian digabungkan menjadi satu entitas.

Konsolidasi juga dilakukan pada sektor perhotelan. Danantara mencatat terdapat sekitar 137 hotel BUMN yang sebelumnya dikelola melalui perusahaan-perusahaan berbeda.

“Jadi, dulu di BUMN kan setiap BUMN rata-rata punya hotel, dia bikin satu company. Nah, sekarang kita gabungkan, yang tadi kita punya 137 hotel supaya menjadi lebih efisien,” kata Rosan.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut