Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kemenhub Prediksi 143,9 Juta Orang Mudik Lebaran 2026, Turun Dibanding Tahun Lalu
Advertisement . Scroll to see content

Dari Mana Ancaman Bom Pesawat Saudi Airlines yang Angkut Jemaah Haji RI? Ini Kata Kemenhub

Selasa, 17 Juni 2025 - 17:41:00 WIB
Dari Mana Ancaman Bom Pesawat Saudi Airlines yang Angkut Jemaah Haji RI? Ini Kata Kemenhub
Ilustrasi pesawat Saudi Airlines yang angkut jemaah haji asal RI dapat ancaman bom dan mendarat darurat di Kualanamu, Medan. (Foto: Dok. AP I)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara buka suara terkait ancaman bom Pesawat Saudi Airlines rute Jeddah-Jakarta pada hari ini, Selasa (17/6/2025). Berikut kronologinya.

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa ancaman itu pertama kali diterima PT Angkasa Pura Indonesia melalui email pada pukul 07.30 WIB dari orang tak dikenal

Bunyi email berisikan ancaman akan meledakkan pesawat yang membawa 442 jemaah Haji Kloter 12 JKS dengan rincian penumpang laki-laki sebanyak 207 orang, dan penumpang perempuan sebanyak 235 orang.

Lantas, pihak Bandar Udara Soekarno-Hatta telah mengaktifkan Ruang EOC (Emergency Operation Center) yang merupakan pusat komando dan pengendalian penanggulangan keadaan darurat di bandar udara langsung menghubungi anggota Komite Keamanan Bandar Udara Soekarno Hatta untuk berkumpul di ruang EOC.

"Selanjutnya akan mengambil langkah-langkah penanganan terhadap adanya ancaman bom di dalam pesawat udara," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (17/6/2026).

Lukman menjelaskan, AirNav Indonesia selaku penyelenggara lalu lintas penerbangan pada pukul 10.17 WIB bahwa Pilot in Command (PIC) menginformasikan kepada petugas Air Traffic Controller JATSC untuk memutuskan divert (mengalihkan penerbangan). Dari yang semula menuju Bandar Udara Soekarno-Hatta berpindah ke Bandar Udara Kualanamu di Medan untuk penanganan lebih awal. 

Pihak Bandar Udara Kualanamu telah berkoordinasi dengan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah II dan mengaktifkan EOC serta menghubungi anggota Komite Keamanan Bandar Udara Kualanamu untuk berkumpul di ruang EOC untuk mengambil langkah-langkah penanganan terhadap adanya ancaman bom di dalam pesawat udara. 

"Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) dari kepolisian telah dihubungi dan telah siap siaga di Bandar Udara Kualanamu untuk penanganan langkah-langkah keamanan sesuai ketentuan," kata Lukman.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan terus melakukan koordinasi kepada seluruh operator penerbangan, Komite Keamanan Bandar Udara dan pihak terkait lainnya hingga kondisi aman terkendali.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut