Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : DPR Sebut Belum Terima Usulan Perubahan Nama Jawa Barat Jadi Tatar Sunda
Advertisement . Scroll to see content

Dede Yusuf Tak Setuju Nama Jabar Diganti Tatar Sunda: Belum Perlu

Rabu, 08 Juli 2026 - 11:10:00 WIB
Dede Yusuf Tak Setuju Nama Jabar Diganti Tatar Sunda: Belum Perlu
Wakil Ketua Komisi II DPR Dede Yusuf Macan Effendi. (Foto: Felldy Aslya Utama)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Wakil Ketua Komisi II DPRDede Yusuf Macan Effendi menilai pergantian nama Jawa Barat (Jabar) menjadi Tatar Sunda belum perlu dilakukan. Dia mengingatkan ada dampak yang akan terjadi akibat pergantian nama tersebut.

Dede menjelaskan Jabar dihuni oleh beragam kebudayaan yang heterogen. Selain Sunda, terdapat pula budaya Betawi di wilayah utara dan Cirebon yang memiliki kedekatan dengan budaya Jawa.

"Artinya, ketika menggunakan (nama) Sunda, maka ada beberapa kebudayaan yang akhirnya seperti menjadi minoritas. Padahal konsepnya Tatar Sunda itu adalah harusnya menjadi suatu daerah yang lebih egaliter," kata Dede, dikutip Rabu (8/7/2026).

Secara historis, kata dia, nama Jabar saat ini lebih mampu merangkul semua golongan. Dia khawatir perubahan nama yang spesifik merujuk pada satu etnis atau budaya tertentu justru akan memicu gesekan sosial.

Dede mengingatkan di masa lalu sempat muncul keinginan dari beberapa wilayah seperti Cirebon dan Bogor Raya untuk memisahkan diri menjadi provinsi sendiri. Mempertahankan nama Jabar, menurut dia, merupakan salah satu cara untuk menjaga persatuan dan memberi ruang bagi seluruh kebudayaan yang ada.

"Sehingga kalau kita berbicara hanya satu nama saja penamaan nama yang berkonteks kepada kebudayaan, mungkin ini nanti akan menyebabkan mulai ada gesekan-gesekan," ujarnya.

Oleh karena itu, dia memandang perubahan nama Jabar belum perlu dilakukan. Dia mengatakan bukan tidak mungkin provinsi lain di Pulau Jawa akan melakukan hal serupa jika pergantian nama terjadi.

"Jadi menurut kami, di sini konteksnya adalah belum perlu saat ini untuk membuat nama baru dari provinsi. Karena sudah ada Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, ya kan? Artinya, nanti jangan-jangan Jawa Tengah jadi berubah jadi Provinsi Solo misalnya, atau apa, kita enggak tahu juga. Jadi sebaiknya tetap saja dulu," ucap dia.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut